Lana melanjutkan, dari kontribusi sebanyak 16.000 unit tersebut, diperkirakan bisa menutupi sepertiga dari target 40.000 unit pada tahun ini. Sehingga, sisanya bisa disumbang dari bank-bank umum nasional lainnya.
"Darj bank-bank lain itu total komitnya itu 21.000, sementara total BPD hampir 16.000 dari 40.000. jadi mungkin lebih dari sepertiganya. Kita berharap bisa dipenuhi BPD dari total KPR FLPP 40.000 unit. Jadi saya kira sudah 40% bisa BPD. Sisanya bank umum nasional," jelasnya
Lebih lanjut, Lana pun mengapresiasi bank daerah yang telah berperan besar menyalurkan subsidi melalui KPR FLPP yakni Bank Papua yang telah menyalurkan lebih dari 3.000 unit. Menurut Lana, subsidi rumah di Papua penting untuk dilakukan lantaran di Papua, harga rumah cukup tinggi dibandingkan Jawa dan Sumatera.
Baca Juga:
"Rata-rata bank daerah itu baru mulai ikut (salurkan subsidi KPR FLPP) tahun 2011-an. Jadi baru sekira lima tahun, ini makanya perlu didorong," ujarnya.