JAKARTA - Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2017 PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY). Dalam sambutannya di perayaan hari ulang tahun ke-23 MSKY, Hary Tanoesoedibjo menceritakan kisah awal didirikannya MSKY dengan produknya Indovision.
Menurut dia, usia Indovision sebenarnya 29 tahun atau berdiri sejak 8 Agustus 1988. Artinya, tepat pada hari ini, Indovision berusia 29 tahun.
Namun karena ada segala persiapan usai didirikannya perusahaan, berselang 6 tahun barulah perusahaan memulai beroperasi. Di sinilah, jika melihat usia perusahaan dari sisi operasional, Indovision berusia 23 tahun.
"Jadi ada selang waktu 6 tahun dari waktu didirikannya, menjadi pada tahun 1994 Indovision mulai operasional," ceritanya dalam Rakornas MSKY di Wisma Indovision 2, Green Garden, Jakarta, Selasa (8/8/2017).
Dia melanjutkan, terlibat dalam Indovision sebenarnya pada 2001 tepat pada Oktober. Ketika itu, Hary Tanoesoedibjo memutuskan menjual semua saham di SCTV untuk membeli saham Indovision.
Baca Juga:
"Perlahan-lahan karena pemegang saham Indovision banyak, pada November 2006 barulah MSKY sepenuhnya kuasai Indovision, di mana pada waktu itu saham Salim Grup saya beli. Jadi saya betul-betul melihat perkembangan Indovision," ujarnya.
Dalam perjalanan, MSKY dengan Indovision memang tidak selalu mulus. Bahkan, MSKY dengan Indovision mengalami yang namanya terlena karena bisnis serupa sekarang ini semakin berkembang dan banyak.
Ini bukan suatu persaingan, tapi lanjut dia, banyaknya pelaku bisnis serupa menunjukkan bahwa bisnis ini memiliki potensi yang besar. Oleh karena itu, MSKY diharapkan mampu introspeksi hal-hal apa yang harus dilakukan ke depan.
Baca Juga:
"Saya minta dalam tema ulang tahun MSKY hari ini adalah introspeksi. Bahwa sukses tidak bisa diukur berapa lama kita bekerja. Jadi banyak hal yang perlu diperbaiki. Saya yakin masa depan MSKY akan bagus, tapi kita bisa meraih keberhasilan dalam prospek bagus kalau kita bagus. Inilah saya ajak introspeksi supaya jadi perusahaan baik," ujarnya.
"Pesan saya, prospek ini kuat maka harus dilandasi dengan fondasi yang kuat," sambungnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)