Pihaknya mengaku optimis bahwa target pendapatan sampai akhir 2017 bisa tercapai. Apalagi, kata dia, produksi yang dihasilkan perseroan hingga Juni ada tren peningkatan. "Untuk produksi Juni ada kenaikan karena perubahan harga signifikan. Memang stok juga dikeluarkan untuk dijual," lanjutnya.
Namun, dia mengakui bahwa tahun lalu industri timah khususnya yang dijalankan oleh perseroan ada sedikit perlambatan meski laba dan pendapatan meningkatkan tahun lalu. Industri timah diyakininya tahun ini akan tumbuh.
"Target kalau kita lihat tahun lalu timah rugi karena musim. Jadi operasi rendah, tapi lihat perbaikan operasi produksi sampai Juli ini kita tetap dapat capai target RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan) 2017," lanjutnya.
Ditambahkannya, dalam meningkatkan kapasitas produksi, perseroan juga memerhatikan produk di sektor hilir. Diharapkan, itu turut mampu berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas produksi.
Baca Juga: