JAKARTA - Pemerintah akan mengubah pemberian bantuan sosial melalui voucher pangan kepada masyarakat miskin secara nontunai. Pasalnya cara ini dianggap paling efektif untuk menyalurkan bantuan sosial ini.
Sekretaris Eksekutif Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Bambang Widianto mengatakan, dengan cara ini juga penyaluran akan lebih tepat meski tidak sepenuhnya tepat sasaran 100%. Karena data yang digunakan dari Badan Pusat Statistik (BPS) 2015, jadi walaupun tahun depan yang didata pada 2015 sudah tidak miskin lagi tapi setidaknya 85% masih tepat sasaran, karena tidak semua langsung kaya.
"Ya, dari sisi jumlah dapat semua. Sasaran rumah tangga mudah-mudahan tepat semua. Namanya buatan orang, pasti ada yang enggak tepatnya. Data kita kan secara keseluruhan ada error, akurasinya 85% lah," ungkapnya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (8/8/2017).
Baca Juga:
Catat! Voucher Pangan Ditargetkan Rambah 15,5 Juta Rumah Tangga Sasaran hingga 2019
Gubernur BI: Voucher Pangan Dapat Tekan Inflasi