JAKARTA - Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mendampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan melakukan kunjungan ke Iran beberapa waktu lalu. Hasilnya, ada dua perusahaan energi yang akan menjadi pesaing PT Pertamina dalam mengakuisisi blok migas yang ada di sana.
Sekadar diketahui, dua menteri Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan dengan tujuan melihat blok migas yang akan diakusisi oleh Pertamina dalam rangka meningkatkan cadangan BBM di dalam negeri.
Baca juga: Wow! Borong Saham Exxon, Pertamina Kuasai Lapangan Jambaran Tiung Biru
Arcandra menceritakan ada dua hasil dalam progres kunjungan ke Iran. Pertama, dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN), Iran berminat untuk investasi mendirikan service center di Indonesia. Kemudian mereka meminta jaminan terkait pekerjaan jangka panjang untuk term service agreement dengan PLN tersebut.
"Pemerintah mengatakan, kalau terakhir long term sercive agreement mereka harus lewat prosedur yang sudah ada misalnya tender," ujarnya di Ruang Sarulla, Gedung Sekjen Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (8/8/2017).
Baca juga: Siapkan Strategi Khusus, Patra Niaga Kejar 20% Pangsa Pasar
Hal kedua terkait progres kunjungan Iran, sambung Arcandra, pemerintah menyampaikan kembali minat Pertamina untuk mengakuisisi lapangan di Iran. Namun untuk progresnya seperti apa belum diketahui karena kabinet kerja pemerintah Iran sekarang baru terbentuk minggu ini.
"Kita sampaikan kembali lagi niat Pertamina untuk mendapatkan lapangan ini Insya Allah berita baik. Tapi belum ada keputusan karena kabinet baru. Tapi mereka mengconsider proposal kita, kita bersaing dengan 2 company lain dan mereka sangat appreciate apa yang Pertamina sampaikan. Ya kita tunggu," ujarnya.
Baca juga: Mantap! Kilang Cilacap Mulai Produksi Pertamax Standar EURO-4
Menurut dia, dari pihak Iran berjanji akan memberikan keputusan dalam waktu sekira empat bulan ke depan. Keputusan tersebut akan memberitahukan siapa pemenang dari pengelola blok tersebut.
"Jadi empat bulan dari sekarang. Perusahaannya ada Lukoil (perusahaan migas Rusia) dan Maersk (perusahaan migas Denmark)," tandasnya.
(Rizkie Fauzian)