Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pertamina Bantah Pembatasan Pertalite untuk Masyarakat per Juni

Rohman Wibowo , Jurnalis-Minggu, 24 Mei 2026 |09:33 WIB
Pertamina Bantah Pembatasan Pertalite untuk Masyarakat per Juni
BBM Pertalite (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga (PPN) memberikan klarifikasi tegas terkait kabar yang beredar luas di media sosial mengenai larangan bagi merek kendaraan tertentu untuk menggunakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite mulai 1 Juni 2026.

Perusahaan menyatakan bahwa informasi tersebut merupakan isu bohong atau hoaks.
Sekretaris Perusahaan PPN, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa sampai saat ini pemerintah belum mengeluarkan instruksi maupun rencana resmi untuk membatasi distribusi Pertalite yang merujuk pada jenis merek atau kapasitas mesin kendaraan tertentu.

“Informasi mengenai daftar merk kendaraan tertentu yang disebut tidak boleh membeli Pertalite mulai 1 Juni 2026 dipastikan tidak benar karena sampai saat ini tidak ada rencana ataupun arahan dari Pemerintah dan regulator,” kata Roberth dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (24/5/2026).

Dia menambahkan bahwa operasional distribusi serta layanan penyaluran Pertalite di lapangan masih berjalan normal seperti biasanya. Roberth menekankan bahwa program subsidi tepat yang saat ini sedang diimplementasikan perusahaan sama sekali tidak berkaitan dengan daftar kendaraan tertentu yang dilarang membeli BBM sebagaimana informasi yang mendadak viral tersebut.

“Masyarakat kami imbau untuk tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi,” ujar Roberth.

Sebelumnya, ruang publik digital sempat diramaikan oleh peredaran foto yang memuat daftar kendaraan yang diklaim akan dilarang menggunakan Pertalite per awal Juni mendatang. Dalam narasi foto tersebut, pembatasan dikabarkan akan menyasar kendaraan berdasarkan merek dan kapasitas mesinnya.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement