TREN BISNIS: Harga BBM di Perbatasan RI hingga Ekspansi PT Timah ke Bisnis Properti

Donald Banjarnahor, Jurnalis
Rabu 09 Agustus 2017 06:25 WIB
Ilustrasi (foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Selama ini banyak orang meyakini bahwa emas adalah material paling mahal di dunia karena banyak diburu orang. Namun, pendapat itu sekarang tak lagi sepenuhnya benar.
Setidaknya ada sejumlah elemen di muka bumi ini yang harganya masuk kategori termahal selain emas.
Sementara itu, Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Pulau Liran, Kabupaten Maluku Barat Daya, masih jauh di atas harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Daerah yang berbatasan langsung dengan Pulau Atauro, Timor Leste ini menjual BBM jenis premium seharga Rp20.000, lebih dari 300% di atas harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah yakni sebesar Rp6.450 per liter.
Selanjutnya, PT Timah Tbk (TINS) tengah mengembangkan usahanya ke sektor properti. Pengembangan bisnis di sektor tersebut diharapkan mampu berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan perseroan yang saat ini mayoritas disumbangkan oleh produk timah.
Ketiga berita tersebut menarik banyak minat para pembaca di kanal Bisnis Okezone.com. Untuk itu, berita-berita tersebut kembali disajikan secara lengkap.

JAKARTA - Selama ini banyak orang meyakini bahwa emas adalah material paling mahal di dunia karena banyak diburu orang. Namun, pendapat itu sekarang tak lagi sepenuhnya benar.Setidaknya ada sejumlah elemen di muka bumi ini yang harganya masuk kategori termahal selain emas.

Sementara itu, Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Pulau Liran, Kabupaten Maluku Barat Daya, masih jauh di atas harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Daerah yang berbatasan langsung dengan Pulau Atauro, Timor Leste ini menjual BBM jenis premium seharga Rp20.000, lebih dari 300% di atas harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah yakni sebesar Rp6.450 per liter.

Selanjutnya, PT Timah Tbk (TINS) tengah mengembangkan usahanya ke sektor properti. Pengembangan bisnis di sektor tersebut diharapkan mampu berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan perseroan yang saat ini mayoritas disumbangkan oleh produk timah.

Ketiga berita tersebut menarik banyak minat para pembaca di kanal Bisnis Okezone.com. Untuk itu, berita-berita tersebut kembali disajikan secara lengkap.

13 Material Termahal di Dunia, Nih Daftarnya!

Selama ini banyak orang meyakini bahwa emas adalah material paling mahal di dunia karena banyak diburu orang. Namun, pendapat itu sekarang tak lagi sepenuhnya benar.


Setidaknya ada sejumlah elemen di muka bumi ini yang harganya masuk kategori termahal selain emas. Apa saja? 

1. Antimateri, USD62,5 triliun per gram (sekira Rp830 triliun per gram)

Antimateri adalah substansi di dunia yang paling mahal. Produksi 1 miligram positron bisa memakan biaya sekira USD25 juta. Secara teori, kita akan menggunakan antimateri sebagai bahan bakar untuk wahana antariksa di masa depan. Hanya untuk membuat satu gram antimateri, semua manusia harus bekerja selama sekira satu tahun tanpa istirahat. 

2. Californium USD25 juta-USD27 juta per gram (Rp330 miliar per gram)

Ini adalah unsur kimia paling mahal yang pernah ada. Telah disintesis hanya sekali sejak penemuannya pada 1950. 

3. Berlian USD55.000 per gram (Rp395 juta per gram)

Tidak bisa dimungkiri, ini adalah batu paling terkenal dan berharga di bumi yang menjadi sahabat perempuan mana pun.

Baca Juga:

 
4. Tritium USD30.000 per gram (Rp394 juta per gram)

Gas ini digunakan dalam pencahayaan. Harganya bisa mencapai USD15 juta untuk memproduksi 1 pon tritium. 

5. Taaffeite USD20.000 per gram (Rp395 juta per gram)


Taaffeite adalah sebuah batu berharga berwarna violet, merah muda, merah, atau putih. Batu ini sejuta kali lebih langka dari berlian sehingga membuatnya sangat legendaris. Meskipun unik, batu ini tidak terlalu populer untuk perhiasan. 

6. Painite USD9.000 per gram (Rp119 juta per gram)

Batu ini sangat langka dan hanya sedikit orang yang mengetahuinya. Ini adalah mineral dari warna oranye atau coklat kemerahan yang ditemukan 65 tahun lalu. Jumlahnya hanya ada beberapa ratus di dunia. 

7. Plutonium USD4.000 per gram (Rp53 juta per gram)

Logam radioaktif yang memiliki masa sangat berat namun rapuh ini memiiki warna putih keperakan. Penggunaannya sangat banyak, salah satunya untuk bahan produksi pembuatan nuklir dan sebagai bahan bakar serta sumber energi pesawat ruang angkasa.


8. Cula Badak USD110 per gram (Rp1,5 juta per gram)

Cula badak memiliki harga sangat mahal. Fungsinya sebagai obat dan pegangan pisau yang kuat, membuat cula badak dijadikan bahan pemburuan liar dan hingga kini terancam punah. 

9. Platinum USD60 per gram (Rp791.000 per gram)

Platinum adalah satu di antara logam langka dan memiliki harga tertinggi dari berbagai logam baja dan perak lainnya. Seperti emas, platinum memiliki sifat tahan terhadap asam, alkali, dan senyawa lainnya.

Baca Juga:

 
10. Rhodium USD58 per gram (Rp765.000 per gram)

Logam yang masih satu keluarga dengan platina ini emang sangat langka. Keberadaannya di bumi pun juga sangat sedikit. Bahkan, dalam 1 ton kerak bumi hanya mengandung 0,0001 gram rhodium. 

11. Emas USD56 per gram (Rp600.000 per gram)

Logam mulia satu ini terkenal dengan harganya yang selangit. Bagi kaum perempuan, emas biasanya menjadi barang berharga sekaligus idaman. Padahal, masih banyak barang lain yang berharga dibandingkan emas. 

12. Kuma-kuma atau Safron USD11 per gram (Rp145.000 per gram)

Rempah-rempah dari bunga Crocus Sativus ini memberikan rasa fantastis dengan manfaat kesehatan sangat besar. Proses produksinya memakan waktu lama. Namun, hal itu setara dengan khasiat untuk penyembuhan penyakit dibandingkan rempah-rempah lainnya.

Waduh! Harga BBM di Perbatasan Indonesia-Timor Leste Capai Rp20.000/Liter

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada tahun lalu mencanangkan program bahan bakar minyak (BBM) satu harga. Program ini terinspirasi dari mahalnya harga BBM di daerah terpencil, salah satunya adalah desa-desa di Papua.

Hanya saja, program ini masih belum dapat sepenuhnya terealisasi. Harga BBM pada pulau terdepan di Indonesia pun masih jauh di atas harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

 Baca juga: Gawat! Penerapan BBM Satu Harga Terhambat Perizinan Pemda

Harga BBM di Pulau Liran, Kabupaten Maluku Barat Daya salah satunya. Daerah yang berbatasan langsung dengan Pulau Atauro, Timor Leste ini masih menjual BBM jenis premium lebih dari 300% di atas harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah yakni sebesar Rp6.450 per liter.

Charles Enos Taluta, salah seorang warga di Pulau Liran menyatakan, harga BBM di daerah tersebut mencapai Rp20.000 per liter. Masyarakat pun masih harus membeli BBM secara eceran.

 Baca juga: CATAT! Program BBM Satu Harga Akan Dilakukan di 25 Lokasi

"Harga bensin Rp20.000 per liter," ujar Charles saat di Kecamatan Wetar Barat, Kabupaten Maluku Barat Daya, Selasa (8/8/2017).

Charles juga menjabat sebagai kepala sekolah di SMK Perikanan dan Kelautan Ustutun, Kecamatan Wetar Barat, Maluku Barat Daya, Maluku. Masyarakat di daerah ini memang terpaksa membeli BBM dengan harga yang sangat mahal karena sulitnya akses memperoleh bahan bakar tersebut ke luar pulau.

Berdasarkan penelusuran Okezone, harga BBM di daerah perbatasan Indonesia dengan Timor Leste ini memang dijual seharga Rp20.000 per liter. Lalan Mabala, salah seorang nelayan di Pulau Liran ketika ditemui di halaman rumahnya bercerita, BBM ini didatangkan dari luar pulau dengan harga jual Rp18.000 per liter.

"Jadi orang di sini hanya ambil Rp2.000 keuntungan (per liter)," ujarnya kepada awak media.

Ia menambahkan, proses untuk memperoleh BBM memang tidak mudah. Masyarakat pun harus menunggu kapal yang mengangkut BBM ini setiap satu minggu.

BBM ini didatangkan dari Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Timur. Masyarakat pun terpaksa mengeluarkan dana yang cukup besar untuk memperoleh BBM. Padahal, sebagian besar masyarakat di daerah ini tergolong pada ekonomi kelas menengah ke bawah dengan profesi utama sebagai nelayan.

"Bensin ada dari Ujung Pandang, dari Kupang. Mereka jual Rp18.000 per liter. Kita jual Rp20.000. Satu minggu sampai di sini," ujar nelayan berusia 37 tahun ini.

Pemerintah pun masih memiliki tugas berat untuk membangun daerah perbatasan. Tak mudah memang, namun pembangunan secara bertahap perlu terus-menerus dilakukan.

Masuk ke Bisnis Properti, PT Timah Incar Penjualan Rp200 Miliar hingga Akhir Tahun

PT Timah (Persero) Tbk (TINS) tengah mengembangkan usahanya ke sektor properti. Pengembangan bisnis di sektor tersebut diharapkan mampu berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan perseroan yang saat ini mayoritas disumbangkan oleh produk timah.

"Kita juga kembangkan properti. Jadi dengan perusahaan Timah Karya Properti Persada, ada 176 hektare. Yang kita akan lakukan pembangunan 15 hektare. Diharap mampu kontribusi untuk pendapatan PT Timah," kata Direktur Keuangan PT Timah Emil Ermindra di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (8/8/2017).

Baca Juga:

Dia menyebutkan, pihak perseroan menyiapkan land bank (bank tanah) di area Bekasi. Dia mengatakan, sebagai tahap awal penggarapan 15 hektare lahan milik perseroan, akan dibangun 3 cluster rumah tapak yang berjumlah 670 unit.

Pihaknya mematok kontribusi pendapatan PT Timah dari anak usaha barunya itu untuk bisa menyentuh nilai transaksi Rp200 miliar sampai akhir tahun. Dengan penjualan unit yang ditargetkan mencapai 300 unit.

"Bisnis properti dari 176 hektare di Bekasi Timur, baru dikelola 15 hektare, kita berharap properti kontribusinya Rp200 miliar," lanjut dia.

Baca Juga:

Adapun pembentukan lini bisnis di bidang properti, dijelaskan bahwa pihaknya tak menggandeng pihak eksternal. Pembentukan lini bisnis tersebut melalui pembentukan anak usaha yang di dalamnya merekrut tenaga ahli di bidang properti.

"Kita PT Timah membentuk properti sendiri, bangun anak usaha Timah Karya Properti Persada, yang kita rekrut tenaga ahli di bidang properti," tandasnya.

(Donald Banjarnahor)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya