JAKARTA - Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hoesen mengatakan, pihaknya akan lebih fokus menggaet masyarakat untuk masuk ke pasar modal. Pasalnya dari 250 juta masyarakat di Indonesia, baru 1 juta yang tercatat di pasar modal Indonesia.
"Ke depan tentunya harapan kita partisipasi dari investor ritel di Indonesia sebagai investor domestik yang akan mendominasi transaksi dan kepemilikan saham-saham publik yang tercatat di Indonesia," ungkap Hoesen di Gedung BEI, Jakarta, Sabtu (12/8/2017).
Baca Juga: Siap-Siap! OJK Bidik 50.000 Perusahaan untuk Melantai di BEI
Menurutnya, saat ini investor yang tercatat di pasar modal masih didominasi oleh institusional. Sehingga partisipasi dari investor ritel sangat diharapkan semakin mendominasi.
"Kapasitas buying inside investor institusional investor Indonesia hanya Rp2.000 triliun yakni 30% dalam bentuk SBN, 40% dalam bentuk deposito sisanya dalam bentuk obligasi dan saham. Tidak banyak dari market cap Rp6.000 triliun mungkin hanya 10% atau 15% di institusional," jelasnya.