JAKARTA - Direktur Keuangan PT Garam Anang Abdul Qoyyum menegaskan pemerintah tidak selamanya akan melakukan impor, sebab dibukanya kran impor kali ini karena kebutuhannya yang sudah sangat mendesak.
Dia mengatakan, selain datangnya impor garam, PT Garam pada tahun ini juga masih mengandalkan hasil panen raya pada Agustus 2017.
"Kondisi garam di PT Garam per 30 Juni 2017 produksinya mencapai 3.900 ton, dan akan ditambah 75.000 ton impor dari Australia," katanya.
Baca Juga:
Selain itu proyeksi panen raya dari PT Garam Agustus 2017, kata Anang, diharapkan mencapai 350.000 ton, serta panen dari petani sebesar 1 juta ton, sehingga total 1,3 juta ton.