JAKARTA - Hunian berkonsep transit oriented development (TOD) belakangan mulai ramai dikembangkan oleh developer properti. Sebab, pendekatan hunian yang terintegrasi dengan sarana transportasi massal kini menjadi primadona.
Berkonsep TOD, hunian ini jaraknya memang benar-benar dekat dengan sarana transportasi. Perum Perumnas pun saat ini tengah mengembangkan hunian berkonsep TOD di kawasan Stasiun Tanjung Barat, Jakarta Selatan, yang dibanderol dengan harga Rp200 juta untuk tipe Rusunami masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Letaknya yang berada di kawasan Stasiun Kereta Rel Listrik (KRL) Tanjung Barat, Jakarta Selatan memberikan keuntungan bagi siapa saja yang berkesempatan memboyong rumah vertikal yang hari ini pembangunannya baru saja diresmikan itu.
Baca Juga:
Pemilik unit apartemen yang digarap Perum Perumnas bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) itu tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga untuk menuju stasiun. Selain itu, karena jaraknya yang begitu dekat dengan stasiun, penghuni bisa mempersingkat waktu perjalanan serta tak membutuhkan biaya tambahan untuk menuju stasiun.
Ditambah, Direktur Utama Perum Perumnas Bambang Triwibowo mengatakan, bagi penghuni rusunami di kawasan itu bisa menuju kawasan bisnis Sudirman hanya dengan waktu 30 menit.
“Konsep TOD ini hunian yang terintegrasi dengan kemudahan transportasi. Nanti penghuni berangkat dari sini ke Sudirman cuma 30 menit, ke Pondok Cina 15 menit," paparnya.
Baca Juga:
Dengan adanya hunian TOD yang ditargetkan kelar 2 tahun itu, diharapkan semakin banyak masyarakat yang beralih menggunakan transportasi umum dari sebelumnya menggunakan kendaraan pribadi. Diharapkan, imbasnya kemacetan akan berkurang.
"Kemacetan akan jauh berkurang apalagi kalau kami banyak bangun TOD tentu juga akan mengurangi polusi," tandasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)