Kebutuhan Pasar Global Tinggi, Sritex Gelontorkan Rp2,6 Triliun untuk Perluas Pabrik

Fiddy Anggriawan , Jurnalis
Kamis 17 Agustus 2017 10:11 WIB
Foto Sritex (Fiddy/Okezone)
Share :

SOLO - Pabrik baru PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) telah beroperasi sejak 21 April 2017 dan langsung diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kini, produksi tekstilnya pun meningkat drastis.

Presiden Direktur Sritex Iwan Setiawan Lukminto mengatakan, perluasan pabrik baru tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pasar global yang semakin tinggi.

"Dengan mempeluas pabrik yang diresmikan oleh Presiden Ir Joko Widodo, pada 21 April 2017 dari 24 pabrik spinning, 7 pabrik weaving, 5 pabrik finishing, dan 11 garmen yang kami miliki mampu menaikan kapasitas produksi yang cukup signifikan," ungkap Iwan dalam sambutannya di Anniversary Sritex Ke-51 Tahun, Solo, Rabu (16/8/2017) malam.

Baca Juga: Tebus Utang Obligasi, Sritex Gelontorkan Rp1,21 Triliun

Iwan menjelaskan, penambahan investasi untuk perluasan pabrik mencapai Rp2,6 triliun. Kini produksi benang dari 1,2 juta mata pintal menjadi 1,5 juta mata pintal atau sekira 25% berkat tambahan produksi pabrik baru sebesar 300 ribu mata pintal.

Sedangkan, produksi kain mentah dari 540 juta meter per tahun menjadi 600 juta meter atau sekira 11% berkat tambahan 60 juta meter per tahun.

"Produksi kain jadi, dari 540 juta yard mendapatkan kenaikan menjadi 220 juta yard per tahun. Produksi garmen dari 26 juta potong mendapat tambahan 14 juta potong," tegasnya.

Baca Juga: Laba Sritex Naik 6,65% Jadi Rp48,1 Miliar

Iwan menambahkan, dengan penambahan produksi tersebut pihaknya pun semakin percaya diri untuk mewujudkan visi menjadi industri tekstil dan garmen terbesar dengan reputasi terbaik dan terpercaya di dunia.

"Kami akan bekerja lebih giat untuk mewujudkan serta memberikan hasil yang baik dengan memperkuat integrasi proses produksi kami. Kami yakin dan optimis industri tekstil dan garmen akan tumbuh dengan positif bagi pasar domestik maupun ekspor seiring bertambahnya jumlah produk dan meningkatnya kondisi ekonomi global," urainya.

Sementara itu, Iwan juga mengatakan jika salah satu anak perusahaan PT Sritex Group yaitu PT Rayon Utama Makmur yang merupakan produsen bahan baku serat rayon dengan kapasitas produksi kurang lebih 100 ribu ton pertahun sudah beroperasi pada Juli 2017.

"Kami yakin dan optimis industri tekstil dan garmen akan tumbuh dengan positif bagi pasar domestik maupun ekspor seiring bertambahnya jumlah produk dan meningkatnya kondisi ekonomi global tentunya kami berkomitmen mengembangkan industri tekstil dari hulu hingga hilir," sambungnya.

Baca Juga: Sritex Tak Terpengaruh Gejolak Rupiah

Menurutnya, dengan mengembangkan hutan tanaman industri, serta jaringan ritail maka slogan Sritex yaitu Menanam Pohon Tumbuh Baju, akan segera dapat diwujudkan.

"Sekali lagi kami yakin industri tektil akan penuh dengan pasion, chalange, sekaligus hope. Sehingga industri ini merupakan sunrise industri demi membangun dan mewujudkan kedaulayan sandang guna meningkatkan ekonomi nasional guna ketahanan nasional," pungkasnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya