Ingin Tinggal di Desa Ponggok, Sri Mulyani Kaget Harga Tanahnya Mahal Rp5 Juta/Meter

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis
Rabu 23 Agustus 2017 20:31 WIB
(Foto: Lidya/Okezone)
Share :

KLATEN - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa desa Ponggok di Kabupaten Klaten merupakan salah satu contoh desa yang berhasil dalam pengelolaan dana desanya. Pasalnya saat ini, desa Ponggok yakni Umbul Ponggok menjadi salah satu destinasi wisata masyarakat.

Bahkan Sri Mulyani mengatakan, dengan keadaan desa Ponggok yang baik saat ini, ia sempat bergurau punya keinginan untuk tinggal di desa tersebut dan berencana membeli tanah terlebih dahulu.

"Saya nanti kalau pensiun pengen tinggal di sini, beli tanah di sini naik enggak ya?," ungkap Sri Mulyani di Desa Ponggok, Klaten, Rabu (23/8/2017).

Baca Juga: Menkeu Puji Ponggok, Desa yang Seluruh Masyarakatnya Punya ATM

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Ponggok Junaedhi Mulyono mengatakan bahwa harga tanah di desa tersebut sudah mencapai jutaan rupiah permeter.

"Dulu di sini tanah dijual Rp10.000 per meter tidak laku, sekarang Rp4 juta-Rp5 juta per meter," ucap Junaedhi.

Baca Juga: Pujian Sri Mulyani ke Kepala Desa Ponggok: Dia Hebat, Mana Ponsel Saya? Saya Mau Selfie

Lalu di dijawab Sri Mulyani dengan spontan, "Mahal banget," kata Sri Mulyani.

Selain itu, Kepala Desa juga memaparkan sekarang masyarakat terbantu dengan adanya pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang ikut menaikkan perekonomian dari dana desa tersebut. Bahkan jumlah masyarakat yang ikut BUMDes bertambah terus setiap tahun.

"BUMDes awalnya cuma 3 orang sekarang 82 orang dengan gaji di atas UMR Rp1,2 juta-Rp1,3 juta. Semua sudah BPJS dibayar dari sini," imbuhnya.

Sementara itu, selain untuk pengembangan BUMDes, alokais dana desa juga dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur desa, salah satunya penyediaan sanitasi dan air bersih bagi masyarakat.

"Sekarang dana desa kami fokus untuk pembangunan jamban, semua rumah sudah punya jamban. Ada 5 mata air di sini. Satu bulan Rp9.000 sampai Rp10.000 (untuk PAM desa), bayarnya itu dikelola instalasinya oleh RW masing masing. Pada awalnya instalasi dikerjakan oleh BUMDes," tukasnya.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya