JAKARTA - Salah satu satelit milik PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), yaitu satelit Telkom 1 mengalami gangguan teknis. Akibatnya, semua layanan transponder satelit Telkom 1 terganggu, termasuk jaringan komunikasi pada mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang terhubung pada transpoder satelit Telkom.
Putusnya jaringan komunikasi, menyebabkan ribuan ATM milik perbankan menjadi offline, sehingga tidak dapat beroperasi. Menurut Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada, dampak berantai yang ditimbulkan oleh gangguan satelit Telkom menjadi sentimen negatif bagi saham perusahaan jasa telekomunikasi itu.
Baca Juga: Satelit Telkom Gangguan, Perdagangan Pasar Saham Terganggu?
Apalagi, beberapa bank mengakui bahwa proses perbaikan jaringan komunikasi ATM sendiri memerlukan waktu hitungan minggu. Meskipun, Reza meyakini dampak gangguan ini tidak menggangu kinerja keuangan Telkom.
"Meski tidak langsung berhubungan dengan kinerja TLKM secara fundamental namun, adanya gangguan pada satelit milik TLKM yang berimbas pada tidak terkoneksinya jaringan ATM milik beberapa bank dapat dimanfaatkan sebagai sentimen negatif," ujar Reza dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (28/8/2017).
Baca Juga: 30 Agustus, Proses Migrasi Layanan Satelit Telkom 1 yang Bermasalah Selesai
Oleh karena itu, Reza mengimbau investor untuk antisipasi kondisi tersebut terhadap pergerakan saham Telkom hari ini. Level support TLKM diperkirakan berada pada range Rp4.720-Rp4.740, sedangkan resisten di level Rp4.800-Rp4.830. "Trading sell (daily) jika Rp4.740 gagal bertahan," imbuh dia.
Sekadar informasi, pada hari Jumat (25/08/2017) sekitar pukul 16.51 WIB telah terjadi anomali pada satelit Telkom 1 yang berakibat pada pergeseran pointing antena satelit Telkom 1.
Akibatnya, semua layanan transponder satelit Telkom 1 terganggu, termasuk jaringan komunikasi pada mesin ATM yang terhubung pada transpoder satelit Telkom, serta menyebabkan ribuan ATM menjadi offline.
(Martin Bagya Kertiyasa)