Menerawang Pergerakan Saham Tiga Pilar dan Buyung Poetra Pasca-Aturan HET Beras

Ulfa Arieza, Jurnalis
Rabu 30 Agustus 2017 05:51 WIB
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
Share :

Sementara itu, AISA memiliki nasib yang lebih mujur, lantaran AISA memiliki diversifikasi produk selain beras. Pendapatan AISA pada akhir 2017, diproyeksikan Nafan naik 3% menjadi Rp6,7 triliun, meskipun dengan penurunan laba bersih 28% menjadi Rp460 miliar.

"Khusus untuk AISA, sepertinya pergerakan sahamnya tidak terlalu berpengaruh dari sentimen penetapan HET tersebut. Hal ini disebabkan keunggulan diversifikasi produk-produk AISA," jelasnya.

Oleh karena itu, Nafan merekomendasikan investor untuk menahan saham HOKI dan ASIA, hingga situasi menjadi stabil sembari menunggu sentimen positif bagi dua emiten. "Rekomendasi HOLD untuk HOKI dan AISA," kata dia.

Sekadar informasi, pemerintah telah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) untuk dua jenis beras, yaitu beras premium dan medium. Untuk beras medium pemerintah mengatur HET sebesar Rp9.450 per kg, sedangkan beras premium sebesar Rp12.800 per kg.

Dengan adanya regulasi baru ini, produsen beras harus menyesuaikan harga produk mereka dengan harga pemerintah.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya