Lewat IPO GMF Aero Asia, Garuda Berharap Bisa Perkecil Kerugian

Ulfa Arieza, Jurnalis
Kamis 31 Agustus 2017 18:25 WIB
Ilustrasi Pesawat Garuda. (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mencatat rugi sebesar USD283,8 juta atau setara dengan Rp3,77 triliun sepanjang semester I-2017. Kerugian ini mengalami peningkatan sebesar 349% dibandingkan enam bulan pertama tahun lalu sebesar USD63,2 juta.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menjelaskan, untuk memperbaiki kinerja maskapai penerbangan tersebut, pihaknya tengah menginisiasi beberapa pembenahan dalam manajemen Garuda. Salah satunya, dengan meraih tambahan pendanaan di pasar modal melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) entitas anak, PT Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia pada Oktober 2017.

"Hal yang kita lakukan adalah GMF akan kita listing sebelum akhir tahun. Semoga itu bisa mendapatkan pendapatan lebih untuk Garuda. Itu yang kita dapat lakukan, semoga akhir tahun sudah jauh sedikit kerugiannya," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (31/8/2017).

Selain mengandalkan IPO GMF, Garuda juga bakal melakukan efisiensi rute penerbangan. Kajian mengenai rute yang kurang potensial bagi pendapatan perseroan dalam proses pengkajian.

"Memang proses ada kerugian karena itu kita kan kita sedang menstrukturisasi rute rute, kita lihat kembali, kita analisa. Efisiensi dilakukan dan kita juga proses melisting," tambah dia.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya