JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini merilis data indeks harga konsumen (IHK) atau inflasi sepanjang bulan Agustus 2017. BPS mencatat, sepanjang Agustus lalu terjadi deflasi sebesar 0,07%.
Artinya, indeks harga konsumen sepanjang bulan Agustus lebih rendah dibandingkan bulan Juli lalu yang terjadi inflasi sebesar 0,22%.
Adapun inflasi pada tahun kalender tercatat sebesar 2,53%, dan inflasi tahun ke tahun (year on year/yoy) sebesar 3,82%. Dibandingkan pada bulan lalu, inflasi pada tahun kalender tercatat sebesar 2,6%, dan inflasi tahun ke tahun sebesar 3,88%
Baca Juga: Pede, Gubernur BI Prediksi Agustus Bisa Deflasi
Sementara itu, inflasi komponen inti tercatat sebesar 0,28% dan inflasi komponen inti yoy tercatat sebesar 2,98%.
Menurut Kepala BPS Suharyanto, deflasi ini tidak terlepas dari turunnya harga pangan. Harga pangan tercatat mulai mengalami penurunan sejak Lebaran Idul Fitri lalu.
"Harga bahan pangan tercatat mulai mengalami penurunan," kata Suharyanto dalam konferensi pers di kantor pusat BPS, Jakarta, Senin (4/9/2017).
Baca Juga: Demi Capai Target RAPBN 2018, Jokowi Bentuk Tim Pengendali Inflasi Nasional
BPS mencatat, dari 82 kota IHK, terjadi inflasi pada 35 kota dan deflasi di 47 kota. Inflasi tertinggi terdapat di daerah Lhokseumawe sebesar 1,09% dan terendah di daerah Batam sebesar 0,0%. Sedangkan deflasi tertinggi terdapat di daerah Ambon sebesar - 2,08% dan deflasi terendah di Samarinda sebesar - 0,03%.
Andil deflasi yang tertinggi terdapat pada kelompok bahan makanan sebesar - 0,67% dengan andil 0,14%. Lalu makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau yang terjadi inflasi sebesar 0,26% dengan andil 0,04%.
"Ada beberapa komoditas seperti harga bawang merah dan bawang putih, dan kemudian yang mengalami penurunan seperti ikan segar dan sayuran," jelasnya.
(Dani Jumadil Akhir)