Film Angry Birds Meledak, Rovio Bawa si 'Burung Pemarah' Masuk Pasar Saham

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis
Rabu 06 September 2017 12:50 WIB
Anggry Bird. (Foto: Reuters)
Share :

"Itu tidak berarti kita harus membeli merek lain, bisa jadi kita membeli talenta atau IP baru," jelasnya.

Rovio seperti kebanyakan start-up game lainnya, mereka sempat mencapai kejayaannya pada 2009. Namun, dari 2014, perusahaan terjun bebas saat popularitasnya mulai berkurang di pasar game mobile yang kompetitif.

Konsumen yang berubah-ubah beralih dari aplikasi berbayar ke game "freemium" seperti King's, Candy Crush Saga dan pesaing lokal Supercell's, Clash of Clans, yang menawarkan game dengan fitur gratis dan tambahan dengan harga tertentu.

Sementara banyak kompeititor beralih ke permainan baru, perusahaan masih bergantung pada merek Angry Birds, membangun taman bermain Angry Birds dan taman hiburan, menjual mainan dan minuman mewah bermerek serta t-shirt dan kartun dalam upaya untuk bertahan hidup.

IPO diumumkan menyusul turnround yang kuat dalam kekayaan finansial Rovio, yang didorong oleh keberhasilan film The Angry Birds tahun lalu. Film ini menghasilkan pendapatan box office seharga USD350 juta di seluruh dunia.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya