FINLANDIA – Penggagas burung pemarah alias 'Angry Birds', Rovio, harus kehilangan Chief Executive Officer (CEO) nya, Pekka Rantala. Rantala mundur setelah perseroan mengalami kerugian tahun ini.
Setelah keuangan 'Angry Birds' merosot tajam, Rovio memangkas karyawan secara besar-besaran sebanyak 213 orang pada Oktober lalu. Chief Legal Officer Kati Levoranta mengatakan, perusahaan akan mengambil memiliki CEO baru awal 2016 nanti.
Nantinya, para stakeholder akan lebih memberikan ruang kepada lini utama bisnis perusahaan yakni game dan media. Unit media akan dipimpin oleh Mikael Hed, mantan CEO Rovio, sementara Head of External Products, Wilhelm Taht, akan mengambil kemudi bisnis game.
"Kami menggunakan model bisnis dengan keputusan terpusat, tetapi ini malah membut kami terlalu lambat bereaksi di pasar yang sangat kompetitif," jelas Chairman Rovio, Kaj Hed, seperti dilansir dari Reuters, Rabu (9/12/2015).
"CEO lama tidak akan bertanggung jawab lagi, dia (Rantala) merasa beban itu bukan untuk dia lagi," tambahnya.