Film Angry Birds Meledak, Rovio Bawa si 'Burung Pemarah' Masuk Pasar Saham

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis
Rabu 06 September 2017 12:50 WIB
Anggry Bird. (Foto: Reuters)
Share :

JAKARTA - Pembuat Angry Birds Rovio Entertainment berencana untuk melakukan penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO), setelah sukses dengan penjualan film serta merchandisenya.

Produsen game asal Finlandia ini mengatakan bahwa pihaknya akan mendapatkan dana segar sekira 30 juta euro dengan penjualan saham baru. Pemegang saham yang ada, termasuk pemegang mayoritas Kaj Hed, yang memiliki sekitar 70% saham perusahaan, juga akan menjual bagian dari taruhan mereka.

Rovio sempat menolak tawaran USD2,3 miliar dari saingan mereka Zynga di 2011. Pada puncak popularitas Angry Birds pada 2012, beberapa analis mengatakan bahwa perusahaan tersebut bernilai sampai USD9 miliar.

"Kami tidak mengomentari penilaian potensial. Apa yang kami lakukan adalah kami merencanakan IPO dan ini akan terdiri dari penjualan saham sekunder," kata chief executive Rovio, Kati Levoranta, seperti dilansir dari Financial Times.

Dia juga menepis rumor bahwa Rovio juga akan membeli lini bisnis lain, selain melakukan IPO. Levoranta mengatakan, pasar game sangat terfragmentasi dan keunggulan operasional yang telah dikembangkan akan membawa Rovio sebagai konsolidator.

"Itu tidak berarti kita harus membeli merek lain, bisa jadi kita membeli talenta atau IP baru," jelasnya.

Rovio seperti kebanyakan start-up game lainnya, mereka sempat mencapai kejayaannya pada 2009. Namun, dari 2014, perusahaan terjun bebas saat popularitasnya mulai berkurang di pasar game mobile yang kompetitif.

Konsumen yang berubah-ubah beralih dari aplikasi berbayar ke game "freemium" seperti King's, Candy Crush Saga dan pesaing lokal Supercell's, Clash of Clans, yang menawarkan game dengan fitur gratis dan tambahan dengan harga tertentu.

Sementara banyak kompeititor beralih ke permainan baru, perusahaan masih bergantung pada merek Angry Birds, membangun taman bermain Angry Birds dan taman hiburan, menjual mainan dan minuman mewah bermerek serta t-shirt dan kartun dalam upaya untuk bertahan hidup.

IPO diumumkan menyusul turnround yang kuat dalam kekayaan finansial Rovio, yang didorong oleh keberhasilan film The Angry Birds tahun lalu. Film ini menghasilkan pendapatan box office seharga USD350 juta di seluruh dunia.

Rovio melaporkan pendapatan sebesar 153 juta euro dalam enam bulan pertama di 2017, meningkat 78 juta euro dari tahun sebelumnya. Keuntungan bersih pun naik menjadi 13 juta euro dari 3,6 juta euro, didorong oleh kesuksesan film tersebut.

Pada kuartal II-2017, penjualan unit lisensi merek Rovio melonjak 243% menjadi 24,7 juta euro, didorong oleh pendapatan dari film tersebut. Penjualan di unit permainan, yang merupakan bisnis terbesar Rovio, naik 65% dibanding kuartal yang sama.

Setelah IPO, Rovio berharap bisa terus mengembangkan bisnis gamenya lebih cepat dari keseluruhan pasar, meski analis teknologi berpendapat grup tersebut masih terlalu bergantung pada Angry Birds.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya