JAKARTA - Pembuat Angry Birds Rovio Entertainment berencana untuk melakukan penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO). Produsen game asal Finlandia ini mengincar dana segar sekira 30 juta euro dengan penjualan saham baru tersebut.
Pemegang saham yang ada, termasuk pemegang mayoritas Kaj Hed, yang memiliki sekitar 70% saham perusahaan, juga akan menjual bagian dari taruhan mereka. Rovio sempat menolak tawaran USD2,3 miliar dari saingan mereka Zynga di 2011. Pada puncak popularitas Angry Birds pada 2012, beberapa analis mengatakan bahwa perusahaan tersebut bernilai sampai USD9 miliar.
Pengagasnya, adalah CEO Rovio Entertainment Kati Levoranta, yang mulai bergabung dengan Rovio pada 2012 dan memulai kariernya sebagai CEO di awal tahun 2016. Dia merupakan sarjana di bidang hukum dan bisnis. Sebelum masuk Rovio, Kati pernah bergabung dengan Nokia dan Nokia Siemens Networks.
Menurut dia, sebagai seorang CEO di harus bisa menginspirasi orang dan mendengarkan mereka dan mencoba memastikan bahwa mereka memiliki apa yang mereka butuhkan.
Menurutnya, beberapa hal penting yang harus dimiliki oleh seorang pendiri atau CEO dalam menjalankan bisnis mereka, adapun tujuan utamanya adalah memastikan bahwa operasi mereka terfokus dan mengetahui target mereka, sehingga karyawan mereka memiliki wewenang untuk melakukan tindakan secara mandiri namun memahami tingkat dari akuntabilitas.