JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mempertanyakan sinergi yang terjadi antara peretail modern dan tradisional di Indonesia yang sejauh ini belum cukup harmonis. Masih terjadi kesenjangan antar keduanya.
Darmin menyayangkan hal itu masih terjadi di Indonesia, padahal di negara lain sinergi antara retail modern (convenience store) dan retail tradisional (UKM) sudah berjalan dengan baik, sementara di dalam negeri sinergi itu belum muncul.
Baca juga: Tepis Dugaan Daya Beli Turun, Jokowi: Jasa Kurir Barang Naik 130%
"Sinergi itu indah sekali itu. Faktanya bukan sinergi yang muncul. Nah, saya lihat di India ada yang menarik, dia juga berkembang convenience store, minimarketnya berkembang juga tapi tetap berkembang yang namanya perkulakan, tempat UKM belanja," kata Darmin di Jakarta, Rabu (4/10/2017).
Darmin menilai bahwa India bisa menjadi contoh yang baik dalam mensinergikan retail modern dan retail tradisional. Sinergi dalam hal ini, disebut Darmin lebih kepada pasokan barang yang didapatkan antara peritel modern dan tradisional.