"Bahkan Waskita Karya hanya mau di atas Rp300 miliar. PTPP hanya mau Rp150 miliar ke atas. Waskita fokus di tol, PP fokus di investasi. Jadi jelas ya hanya 24% yang di atas Rp100 miliar," terangnya.
Baca Juga: Strategi Turunkan Harga Sembako di Papua, PPI Utak-atik Rute Pengiriman Barang
Basuki pun mengungkapkan data, bahwa dari 11.910 paket kontraktual BUMN dengan nilai investasi sebesar Rp81,7 triliun, porsi terhadap proyek senilai lebih dari Rp100 miliar sebesar 24,41%. Untuk proyek Rp50 miliar-Rp100 miliar sebesar 17,61%. Selanjutnya untuk proyek senilai Rp5 miliar-Rp50 miliar sebesar 44,17% dan proyek Rp5 miliar sebesar 13,81%.
Artinya, proyek infrastruktur dengan nilai investasi yang lebih kecil kebanyakan digarap oleh perusahaan menengah swasta nasional. Sebab, BUMN porsinya lebih banyak di proyek-proyek bernilai besar atau Rp100 miliar ke atas, yang jika ditangani oleh swasta akan membebani sisi keuangan kontraktor swasta.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)