TIPS KARIER: Mau Pulang Kerja Lebih Cepat, Apa Kira-Kira Alasan yang Tepat?

Ulfa Arieza, Jurnalis
Minggu 22 Oktober 2017 22:22 WIB
(Ilustrasi: Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Pada suatu waktu, Anda pasti diizinkan untuk meninggalkan pekerjaan lebih awal daripada jam kantor. Bagaimanapun, karyawan tetaplah manusia yang memiliki kehidupan di luar pekerjaan yang mengikat dengan berbagai aturan.

Dalam kebanyakan kasus, seorang supervisor yang realistis akan memahami, dan memberikan izin bagi karyawannya untuk meninggalkan pekerjaan lebih dulu. Terlepas dari keputusan manajer Anda, ada beberapa kondisi yang membuat Anda sulit untuk meninggalkan kantor lebih awal. Antara lain, budaya organisasi, hubungan Anda dengan atasan, dan riwayat kinerja Anda terutama yang berkaitan dengan ketepatan waktu.

Alasan terbaik untuk meninggalkan pekerjaan lebih awal

Meskipun ada alasan yang sah dan tidak, untuk meninggalkan pekerjaan lebih awal, ingat bahwa respon bos Anda bisa saja tergantung dari pribadi Anda sebagai karyawan.

Baca juga:

TIPS KARIER: Ingin Pensiun di Usia 30 Tahun? Simak Kisah Pasangan Ini

TIPS KARIER: Catat! 5 Hal Ini Bisa Buat Klien Kabur

Berikut adalah alasan yang tepat untuk meminta izin pulang lebih awal dari jam kantor:

  • Acara keagamaan atau komunitas yang berhubungan dengan pekerjaan, seperti relawan di sebuah acara yang diadakan oleh organisasi nirlaba.
  • Kegiatan yang terkait dengan jaringan bisnis, termasuk berpartisipasi dalam pertemuan kamar dagang lokal, atau menghadiri acara industri atau konvensi.
  • Kegiatan yang berhubungan dengan klien, seperti bepergian untuk memenuhi undangan klien atau sekadar ramah tamah dengan klien.
  • Pengembangan profesional, seperti menghadiri workshop atau kelas profesional.
  • Kegiatan yang mendukung produktivitas, misalnya Anda mengambil pekerjaan ke toko terdekat atau perpustakaan untuk meningkatkan fokus sehingga kerja Anda lebih produktif. Dengan alasan ini, tentu manajer Anda akan memberikan izin dengan mudah.
  • Kegiatan yang berhubungan dengan pekerjan, seperti wawancara pekerjaan, apabila jika Anda telah diberitahu bahwa sebentar lagi akan ada masa PHK.
  • Alasan keluarga, seperti anggota keluarga yang sakit mendadak, kecelakaan, atau kematian, atau jika Anda perlu untuk menjemput anak ketika mereka mendadak sakit.
  • Alasan pribadi misalnya sakit yang harus segera diatasi seperti migrain, alergi atau sakit gigi.
  • Darurat finansial, misalnya menghadiri penutupan lelang untuk pembelian rumah, ataupun masalah darurat di rumah Anda seperti ledakan pipa, tungku rusak, kobaran api, atau pengiriman furniture sedangkan tidak ada orang di keluarga Anda yang memahami hal tersebut selain Anda sendiri.

Selain alasan yang tepat untuk meninggalkan pekerjaan lebih awal, adapula alasan yang tidak sepatutnya Anda utarakan ketika mengajukan izin pulang awal.

Alasan tersebut seperti, merasa bosan di kantor, rencana bepergian dengan teman, wawancara pekerjaan baru (kecuali Anda sebentar lagi akan mengundurkan diri), menerima kabar buruk tentang pekerjaan Anda, merasa lelah dan stres dengan pekerjaan, bepergian untuk rekreasi, berselisih dengan teman kantor, ataupun alasan alasan lain yang dapat dilakukan di luar jam kerja seperti pergi ke salon, spa dan sebagainya.

Namun, sekali lagi, keputusan atasan Anda untuk memberikan izin pulang kerja lebih awal cenderung tergantung dengan kinerja Anda sebagai karyawan.

Jika Anda menunjukkan kinerja yang baik, maka atasan Anda akan memiliki kepercayaan kepada Anda, sehingga mereka yakin ketika Anda mengajukan izin, maka hal tersebut adalah kondisi yang benar- benar mendesak.

(Widi Agustian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya