JAKARTA - Mata uang Rupiah terus mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Sejak pembukaan, Rupiah bergerak dikisaran Rp13.608 per USD hingga Rp13.651 per USD.
Menanggapi hal tersebut Deputi Gubernur Bank Indonesia BI Perry Warjiyo langsung bergerak sigap dengan melakukan intervensi melalui beberapa langkah stabilisasi nilai tukar Rupiah. Salah satunya adalah dengan cara memberikan pasokan valas di pasar dengan menggunakan cadangan devisa yang dimiliki.
Baca juga: Rupiah Terjungkal, BI Ungkap Pangkal Masalah dari Dolar AS hingga Calon Bos The Fed
Dengan langkah intervensi yang dilakukan langsung oleh Bank Indonesia, maka dirinya optimistis bisa menekan pelemahan Rupiah terhadap dolar AS. Sehingga nilai tukar Rupiah bisa sesuai dengan fundamental ekonomi Indonesia.
"BI mempunyai komitmen untuk terus melakukan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar. Agar perkembangan nilai tukar itu tetap terjaga dan tidak jauh menyimpang dari nilai fundamentalnya," ujarnya saat ditemui di Komplek Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (27/10/2017).