Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rupiah Terjungkal, BI Ungkap Pangkal Masalah dari Dolar AS hingga Calon Bos The Fed

Giri Hartomo , Jurnalis-Jum'at, 27 Oktober 2017 |16:24 WIB
Rupiah Terjungkal, BI Ungkap Pangkal Masalah dari Dolar AS hingga Calon Bos The Fed
Ilustrasi: Shutterstock
A
A
A

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah. Meski mengalami pelemahan, namun Rupiah masih berada di level Rp13.000-an.

"Penguatan dolar Amerika itu cukup kuat. Itu menyebabkan mengapa mata uang itu seluruh dunia mengalami pelemahan," ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia BI Perry Warjiyo saat ditemui di Komplek Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (27/10/2017).

Menguatnya nilai tukar dolar Amerika dipengaruhi berbagai faktor. Dari mulai faktor fundamental hingga beberapa faktor lainnya.

"Nah kenapa menguat? Ada sejumlah faktornya. Baik fundamental maupun berbagai faktor lainnya," ucap Perry.

Untuk faktor fundamental lanjut Perry, dipengaruhi oleh perekonomian Amerika Serikat yang terus mengalami peningkatan. Bahkan dari berbagai indikator membuktikan dalam beberapa waktu belakangan ekonomi Amerika terus mengalami penguatan.

"Yang fundamentalnya itu memang ekonomi Amerika itu terus mengalami penguatan bahkan lebih kuat dari yang diperkirakan bahkan indikator yang lain itu pemilihan ekonomi Amerika serikat itu cukup kuat," ucap Perry.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement