TANGERANG - Hingga kuartal III 2017 PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) berhasil menyerap belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai Rp1,3 triliun. Adapun anggaran perseroan tahun ini, sebesar Rp1,6 triliun.
Corporate Secretary Unilever Sancoyo Antarikso mengatkaan, anggaran capex tersebut digunakan untuk proyek pembangunan gedung kantor serta pengembangan produk.
"Hampir semua untuk penambahan kapasitas produksi, masih ada sisa untuk pembangunan. Tapi paling besar ke produksi dan distribusi," ungkapnya di acara Public Expose Unilever, Tanggerang, Rabu (1/10/2017).
Baca juga: Mantap! Penjualan Unilever Naik 2,5% Jadi Rp21,26 Triliun
Dia melanjutkan, perseroan pun masih menganggarkan capex yang sama dengan 2017 yakni Rp1,6 triliun. Penggunaan anggarannya pun tidak jauh berbeda dari anggaran tahun ini. "(Bedanya) tidak ada pembangunan gedung. Kita tidak menambah jumlah pabrik tapi menambah jumlah line yang ada di pabrik," tutupnya
Sekadar informasi, Unilever Indonesia mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan RP5,23 triliun. Angka tersebut naik sekira 10,1% dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca juga: Lagi, Unilever Indonesia Ditinggalkan Direkturnya
Sementara itu, Unilever Indonesia mencatat penjualan bersih Rp31,21 triliun tumbuh sekira 3,7% year on year (yoy). Di mana angka ini menurun dari pertumbuhan perseroan tahun lalu. Pendapatan tertinggi tercatat dari produk kategori Home and Personal Care (HPC) yang mencatat penjualan sebesar Rp21 triliun. Dengan pertumbuhan sebesar 2,1% tiap tahunnya.
Sedangkan untuk produk kategori Foods and Refreshment (FNR) berhasil membukukan penjualan sebesar Rp10,1 triliun. Dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 7,1% setiap tahunnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)