Baca juga: Kurangi Kemacetan, Bus Transjabodetabek Bakal Diuji Coba
Menurut dia, pengoperasian bus ini dinilai efektif karena mampu memangkas waktu perjalanan. Pemerintah menyiapkan tiga bus DAMRI dalam uji coba yang akan berlangsung mulai dari 31 Oktober hingga 10 November 2017 mendatang. Namun, jumlah bus premium ini akan ditambah seiring dengan meningkatnya jumlah penumpang. “Hasilnya bisa lebih cepat sekitar satu jam, biasanya waktu tempuh mencapai tiga jam menggunakan kendaraan pribadi, uji coba ini bisa mencapai dua jam dari Bogor menuju Jakarta,” katanya. Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, warga Bogor membutuhkan transportasi massal yang andal dan berkualitas mengingat volume perjalanan warganya menuju Jakarta tinggi.
“Bus premium ini menyasar pengguna mobil pribadi untuk bisa segera beralih menggunakan bus premium supaya mengurangi kemacetan,” ujar Bima Arya. Bima menambahkan, bus ini memiliki fasilitas premium, seperti air conditioner (AC), WiFi, reclining seat, serta seat belt. Dengan adanya bus premium ini, kini warga Bogor mempunyai alternatif lain untuk menuju Jakarta. “Saya berharap warga Bogor akan menjadikan bus ini sebagai alternatif pilihan moda transportasi untuk bepergian ke Jakarta. Semoga bisa beralih dari mobil pribadi ke Transjabodetabek agar lebih efisien dan bisa mengurangi kemacetan mengingat bus ini melintas pada lajur khusus angkutan umum sehingga waktu tempuhnya semakin cepat,” ujarnya.
Baca juga: Bus TransJabodetabek Kurang Maksimal, Menhub: Bangun Layanan Trayek Point to Point
Berdasarkan pantauan, rendahnya animo masyarakat Bogor terhadap program penyediaan moda transportasi massal Kemenhub ini terlihat dari jumlah seat atau kursi yang terisi. Pada bus pertama yang berangkat pukul 05.00 WIB, dari 34 tempat duduk yang tersedia hanya dua seat diisi oleh dua penumpang. Setengah jam kemudian pukul 05.30 WIB, bus kedua dan bus ketiga pukul 06.00 WIB, kondisinya tak jauh beda dengan bus pertama, masing-masing hanya diisi tiga penumpang.