Terkuak! Begini Alasan Toko Ritel di RI Berguguran Perlahan-lahan

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis
Rabu 01 November 2017 19:22 WIB
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
Share :

BEKASI - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menyatakan tidak ada pergeseran toko dari offline ke online yang menyebabkan banyak toko ritel yang berguguran akhir-akhir ini. Yang terjadi adalah perubahan perilaku konsumen lebih memilih untuk liburan dan berbelanja online.

Ketua Umum Aprindo Roy Mandey menyebutkan, jadi bukan toko ritel yang tutup berpindah ke online tapi perilaku masyarakat yang berubah belanja ke online. Hanya perilaku ini hanya untuk masyarakat kelas menengah dan atas tidak berlaku bagi kelas bawah.

"Tidak ada switch ke online tapi perubahan perilaku konsumen. Perubahan perilaku konsumen ini terjadi untuk yang memiliki uang, sosial economic status B sampai B plus. Itu sebenarnya sudah mulai berpindah pola konsumsinya ketika Indonesia memasuki pendapatan per kapita di atas USD3.000," ungkapnya di Bekasi, Rabu (1/11/2017).

Baca Juga: Banyak Ritel Berguguran, Perusahaan Pemasok Barang Mengaku Tak Pengaruhi Pasarnya

Menurutnya, saat ini pendapatan per kapita yang sudah hampir menyentuh angka USD3.500 ke USD3.600. Maka pola konsumsi masyarakat yang memiliki pendapatan di atas USD3.000 bahkan sudah hampir menyentuh USD3.500 selalu mengikuti tren dunia untuk gaya hidup sehari-hari.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya