"Dengan globalisasi saat ini, informasi yang begitu mudah didapat apa yang terjadi di dunia, mereka juga mengikuti lifestyle itu. Jadi apa yang terjadi di dunia sekarang ini, masyarakat suka dengan sosial media, kongkow-kongkow, mereka lebih suka berinteraksi, berkulineran sambil berkenalan atau kopi darart. Ini terjadi juga di masyarakat kita," jelasnya.
"Ketika masyarakat menengah atas sudah berpendapatan per kapita tinggi, selain mengikuti globalisasi yang terjadi di dunia, mereka mengubah pola belanjanya yang utama, tapi sekarang mereka belanja secukupnya, basket size-nya kecil, tetapi mereka lebih mengutamakan untuk leisure, untuk kesenangan," imbuhnya.
Baca Juga: Banyak Ritel Tutup, Bos Sogo Departement Store: Ini Strategi Bisnis
Menurutnya, hal ini terbukti dengan masyarakat yang membawa kantong belanja lebih sedikit dibandingan masyarakat yang makan dan minum di restoran di dalam pusat perbelanjaan. Selain itu, setiap ada promo paket liburan juga akan dipenuhi oleh masyarakat.
"Travel fair akan lebih ramai di mana-mana oleh setiap bank yang buat, karena mereka sudah menyiapkan uangnya untuk travel. Dana pihak ketiga dan time deposit oleh BI dilaporkan ada kenaikan 2%-3%. Jadi mereka menabung, menyimpan, kemudian suatu saat mereka keluarkan untuk traveling atau untuk culinary," tukasnya.
(Dani Jumadil Akhir)