RAHASIA SUKSES: Nigel Austin, Lahirkan Cotton On dari Jualan di Bagasi Mobil

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis
Sabtu 11 November 2017 18:05 WIB
Nigel Austin. (Foto: Forbes)
Share :

Ketika sebuah pabrik pakaian Bangladesh, Rana Plaza, ambruk pada tahun 2013, menewaskan lebih dari 1.130 pekerja tekstil dengan bayaran rendah, Cotton On, Target, Kmart dan BIG W mendapat tekanan segera untuk mengungkapkan lokasi pemasok Bangladesh mereka.

Perusahannya pun dikecam oleh media karena lamban menandatangkan bantuan dalam sebuah kebakaran, dan mengakibatkan desakan untuk membangun kesepakatan keselamatan bagi para peritel yang beroperasi di Bangladesh untuk memperbaiki kondisi dan membayar perbaikan pabrik dan keselamatan kebakaran.

Kritik tersebut memang menyengat, terutama bagi perusahaan yang mengambil kesejahteraan dan pengembangan stafnya dengan serius, namun tetap membuat perusahaan sebagai bisnis keluarga. Pada tahun 2011, perusahaan ini pun memutuskan untuk melampaui struktur manajemennya, yang didasarkan pada garis fungsional.

"Kami berusaha keras untuk berkeliling dunia dan saya berusaha melakukan terlalu banyak perjalanan itu sendiri, memang saya sukai, tapi ini adalah tantangan bagi keseimbangan kehidupan kerja," kata Austin.

Oleh karena itu, dia pun memutuskan untuk merekrut manajer umum untuk masing-masing dari delapan merek dan masing-masing wilayah. Hasilnya, dia pun mengaku terkejut akan perspektif baru dan gagasan baru dari para manajer umum tersebut. "Ini sedikit klise, tapi dengan orang hebat hal besar terjadi," tukasnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya