JAKARTA - Kementerian Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus melakukan penertiban terhadap tanah-tanah terlantar yang ada di Indonesia. Dari target 400.000 hektare (ha) tanah terlantar, Kementerian ATR telah menertibkan sekitar 23.000 ha.
Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil mengatakan dari 23.000 tanah terlantar yang dibebaskan yang terbanyak berasal dari luar pulau Jawa. Seperti Sumatera , NTT ataupun kepulauan lainnya.
"Tanah terlantar atau itu tersebar di seluruh Indonesia. Yang terbesar di luar pulau Jawa," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Selasa (14/11/2017).
Meski begitu lanjut Sofyan, untuk di pulau Jawa, ada beberapa daerah dengan tanah terlantar terbesar. Seperti di Cianjur, Sukabumi hingga Jember.
Baca juga: Baru 23.000 Lahan Bersertifikat, Menteri Sofyan Kesulitan Tertibkan Tanah Terlantar