"Saya tidak mau intervensi dan seolah mempertanyakan keabsahan BPS. Bulan lalu inflasi (beras) 0,04%. Itu tetap saja. Secara random kita tanya, angkanya di bawah. Untuk itu, yang pertama saya mohon betul untuk bisa mendapatkan data yang lebih akurat. Yaitu pada tingkatan konsumen. Berapa harga realisasi dia kepada konsumen. Dengan demikian maka ini akan mencerminkan harga secara keseluruhan. Harga riil," tuturnya.
Baca Juga: Pantauan Kemendag, Harga Kebutuhan Pokok Masih Stabil
Mantan Ketua Umum Realestat Indonesia (REI) ini juga berharap, kedepannya BPS dan BI dapat saling berkoordinasi dan mengirimkan data kepada Kemendag mengenai hasil pemantauan harga barang kebutuhan pokok. Dengan begitu, data akan menjadi lebih seragam dan perbedaan bisa dikomunikasikan dengan baik.
"Kan mereka masing-masing punya. BPS tak bisa intervernsi. BI lakukan, itu bagus saja. tapi kita Kemendag kan perlu, ke depan kita sudah saling mengirim data, dengan cross data ini diharapkan ada komunikasi lebih intens di mana letak perbedaan. Nanti kita buat online pada masing-masing," tandas Enggar.
(Dani Jumadil Akhir)