Menurutnya, keputusan tersebut sudah sesuai prosedur Airport Disaster Management Plan, dari instansi – instansi terkait di Bandara seperti BMKG, Airnav Indonesia, Otoritas Bandara Wil.IV dan para airline akan melakukan koordinasi secara intens.
Baca Juga: Bandara Ngurah Rai Ditutup Sementara, 12 Pesawat Berputar di Langit Bali
Meski demikian langkah antisipasi tetap akan dilakukan. Di antaranya, berkoordinasi dengan BMKG, Perum LPPNPI, dan pihak maskapai dan menyiapkan pembukaan crisis center di bandara berikut fasilitas penunjangnya, seperti layanan hotline contact center 172, help desk maskapai untuk penumpang, dan media center untuk awak media massa.
"Proses pengamatan sendiri dilakukan dengan menggunakan 4 metode yaitu dengan menggunakan satelit Himawari milik BMKG, satelit VAAC (Vulcanic Ash Advisory Centre) yang berada di Darwin, laporan visual pilot dan paper test sekitar bandara. Kendati bandara tetap beroperasi, beberapa maskapai yang memutuskan untuk membatalkan penerbangannya dari dan ke Bali," ujarnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)