Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cerita Misbakhun Pertanyakan Fitch dan Moody's Turunkan Outlook RI Usai Purbaya Jadi Menkeu

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Selasa, 12 Mei 2026 |16:10 WIB
Cerita Misbakhun Pertanyakan Fitch dan Moody's Turunkan Outlook RI Usai Purbaya Jadi Menkeu
Cerita Misbakhun Pertanyakan Fitch dan Moody's Turunkan Outlook RI Usai Purbaya Jadi Menkeu (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengaku sempat menanyakan langsung keputusan sejumlah lembaga pemeringkat internasional yang menurunkan outlook Indonesia setelah Presiden Prabowo Subianto menunjuk Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani.

Menurut Misbakhun, perubahan outlook tersebut lebih dipengaruhi sentimen dan persepsi pasar ketimbang kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang dinilainya masih kuat saat ini.

"Kita meyakinkan kepada lembaga-lembaga rating, apa sih yang menjadi pertanyaan mereka selama ini, kenapa ketika Bapak Presiden Prabowo memutuskan mengganti Menteri Keuangan, kok mereka mengubah rating semua outlook-nya. Saya sampai nanya, kalau Menteri Keuangannya sama, kalian mengubah outlook enggak?" kata Misbakhun dalam acara Investor Relations Forum di BEI, Senin (11/5/2026).

Adapun lembaga rating yang menurunkan outlook Indonesia pada tahun 2026, Moody's Ratings (Februari 2026) yang mengubah outlook sovereign credit rating Indonesia menjadi negatif dari stabil, namun tetap mempertahankan peringkat di level Baa2.

Selain itu Fitch Ratings pada Maret 2026 juga mengubah outlook Indonesia menjadi negatif dari stabil, dengan mempertahankan peringkat utang pada level BBB. 

Misbakhun menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih sangat baik. Sebagai negara anggota G20, Indonesia disebut mampu menjaga pertumbuhan ekonomi secara konsisten di kisaran 5 persen dalam jangka panjang.

Dia menambahkan, pada kuartal I-2026 pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61 persen, didorong ekspansi belanja pemerintah. Angka tersebut diklaim menjadi capaian yang belum pernah diraih pada periode pemerintahan sebelumnya.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement