JAKARTA - Pemerintah telah menetapkan target energi bauran energi primer dari energi baru terbarukan (EBT) sebesar 23% pada 2025. Dari data Kememnterian ESDM, setiap tahun terdapat IPP dari pembangkit EBT yang telah menandatangani PPA yang berarti pengembangan EBT masih menarik bagi investor.
Saat ini pun, empat Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Bali sudah resmi beroperasi. PLTMH ini merupakan bantuan dari Jepang. PLTMH merupakan teknologi yang memanfaatkan aliran air pada sistem irigasi sawah menjadi tenaga listrik.
Baca Juga: Hingga November, IPP Energi Terbarukan Capai 1.186 Mw
Sebagai gambaran pada tahun 2014 ditandatangani 15 kontrak, 2015 ada 14 kontrak, dan 2016 ada 16 kontrak, sementara pada tahun 2017 sampai dengan bulan September saja sudah ditandatangani 60 kontrak. Pemerintah sendiri terus menunjukkan komitmen pengembangan EBT dalam bauran energi.
"Tahun depan kita akan memperingati 60 tahun terjalinnya hubungan diplomatik Indonesia-Jepang. Melalui proyek ini, saya berharap hubungan ini dapat kokoh terjalin,” kata Wali Kota Toyama Masashi Mori dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (29/11/2017).
Baca Juga: Menteri Bambang: Industri Harus Didekatkan dengan Energi Terbarukan
Program PLTMH ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan teknologi ini maka bukan tidak mungkin masyarakat akan merasakan listrik gratis.