JAKARTA - PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) Persero akan melakukan pelebaran dermaga pelabuhan mereka di Kuala Tanjung, Sumatera Utara. Untuk pelebaran pelabuhan tersebut, nilai investasi yang dibutuhkan sebesar USD60 juta atau sekitar Rp811 miliar.
Direktur Umum dan Sumber Daya Manusia (SDM) PT Inalum (Persero) Carry EF Mumbunan mengatakan pergerakan impor alumina dan distribusi produk almunium di pelabuhan Kuala Tanjung sudah sangat besar. Sehingga pelebaran dermaga pelabuhan harus segera dilakukan.
Apalagi, pada tahun 2017 Inalum menargetkan total kapasitas produksi mencapai 300 ribu ton aluminium per tahun. Jumlah tersebut terus melonjak setiap tahunya sekitar 500 ribu ton pada tahun 2019 dan 1 juta ton pada 2022.
"Ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan kapasitas produksi aluminium dan produk hilir. Kalau misal lagi masuk, kapal gede banget dari Australia, bawa alumina. Sekali bawaan itu bisa 27 ribu ton, Impor aluminanya," ujarnya saat ditemui di Pabrik Peleburan Almunium, Kuala Tanjung, Sumatera Utara, Rabu (6/12/2017).
Baca juga: 2025, Inalum Tak Lagi Impor Alumina