Menurut Carry, perlebaran pelabuhan sendiri baru akan dimulai pada tahun 2018 mendatang. Sehingga kapal-kapal bisa segera bersandar di pelabuhan ini.
"(Perlebaran pelabuhan) dilakukan pada semester II-2018. Sehingga kapal besar seperti kapal berukuran 60 GT bisa bersandar di pelabuhan ini," jelasnya.
Baca juga: Holding BUMN Tambang, Pabrik Smelter Mempawah Ditargetkan Beroperasi 2021
Menurut Carry, nantinya perlebaran pelabuhan ini bakal dilakukan bersamaan dengan pembangunan pendukung produksi almunium lainya. Seperti, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2x350 Megawatt (MW).
"Jadi ini paralel dengan proyek PLTU, kalau Proyek sudah dapat lampu hijau. Apakah nanti PLTU di sini atau di mulut tambang," jelasnya.
(Rizkie Fauzian)