NEW YORK - Harga Bitcoin BTC = BTSP kembali mencetak rekor tertinggi mereka dan bergerak di atas USD16.600 atau sekira Rp224,1 juta jika mengacu kurs Rp13.500 per USD, setelah mendaki lebih dari 67% minggu ini. Namun, investor khawatir Bitcoin akan menjadi gelembung yang mudah meledak.
Pertukaran kriptocurrency terbesar di AS tersebut, berjuang untuk mengikuti arus saat harga melonjak. Pasalnya, dengan peluncuran kontrak berjangka bitcoin pertama di New York yang akan mendorong minat investor.
Para investor Bitcoin mengatakan bahwa koin digital tersebut adalah media pertukaran yang baik dan dapat digunakan sebagai aset safe haven, sama seperti logam mulia. Mereka juga berpendapat bahwa ini lebih baik daripada mata uang tradisional karena tidak tunduk pada manipulasi bank sentral. Pasokan bitcoin diperkirakan mencapai 21 juta, dengan sekira 16,7 juta diperdagangkan.
Meski demikian, para kritikus mengatakan bahwa kenaikan harga Bitcoin telah menciptakan gelembung yang sebagian besar didorong oleh spekulasi, membuat bitcoin rentan terhadap pembalikan tajam. Chief Executive JPMorgan Chase & Co (JPM.N) Jamie Dimon menyebut bitcoin sebagai penipuan.
Baca juga: Larang Gunakan Bitcoin, Gubernur BI: Bukan Alat Pembayaran yang Diakui Indonesia
Menurutnya, Bitcoin menjadi sebuah pertaruhan utama karena menjadi aset yang tetap tapi belum dipetakan. Selain itu, aset yang berjalan hampir vertikal biasanya harus membuat alarm bagi investor. Bagaimana tidak, cryptocurrency terbesar di dunia tersebut telah melonjak 17 kali lipat nilainya sepanjang tahun ini.