JAKARTA - PT Pertamina (Persero) membatah telah mengurangi stok gas elpiji 3 kilogram (kg) sehingga sekarang terjadi kelangkaan pasokan di beberapa wilayah Indonesia. Perseroan menjamin ketersediaan elpiji 3 kilogram tetap ada di masyarakat.
Direktur Pemasaran Muchamad Iskandar mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir dengan stok Gas Melon tersebut. Menurutnya, jika mengacu stok saat ini, maka mencapai 113,6 ribu matric ton (mt) dengan rata-rata penyaluran harian di level 24 ribu mt. Sehingga stok itu berada di level 19 hari.
"Kalau dilihat historikal data, penyebab terjadinya ini kami masih cari kok tiba-tiba timbul masalah (kelangkaan) ini. Kalau dilihat dari realisasi sama sekali dari Juli-November rata-rata kisaran penyaluran 20,2-20,3 ribu mt per hari. Berarti tidak benar kalau ada isu pengurangan. Kadang diplintir-plintir ini subsidi dikurangi," tuturnya di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Jumat (8/12/2017).
Dia mengatakan, sebenarnya perseroan sudah memprediksi pada Desember tingkat stok meningkat ke level 21 ribu mt per hari. Hal ini karena faktor musiman seperti hari raya Natal dan Tahun Baru 2018. "Jadi kebutuhan elpiji akan meningkat biasanya di akhir tapi ini di awal sudah muncul," jelas dia.
Baca Juga: Gas Elpiji 3 Kg Langka di Luar Prediksi Pertamina, Masyarakat Banyak yang Beli hingga 4 Tabung
Pasalnya, kondisi sampai Desember, stok harian gas elpiji 3 kg berada di kisaran 18,9 mt atau 19 mt hari rata-rata nasional atau dalam kondisi aman. "Jadi terjaga pada level itu. Sehingga enggak ada rasa khawatir elpiji kurang. Elpiji ini lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," kata Iskandar.
"Kalau ada indikasi kekurangan ini tetap bisa kita terima dan bisa melakukan aksi tindak lanjut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat agar tidak sampai kekurangan," tukasnya.