MANADO - Antisipasi kelangkaan elpiji menjelang Natal 2017 dan Tahun baru 2018, pihak Pertamina melakukan penambahan kuota stok elpiji 3 kilogram sebanyak 15% dari kuota biasanya. Namun penambahan tersebut masih dirasa kurang, sehingga Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) meminta penambahan sebesar 25%.
"Jadi elpiji itu stok sebagaimana yang biasa digunakan setiap bulan, untuk bulan desember ada kenaikan 15% dari Pertamina, jadi mereka supply dengan menambah 15% dari stok biasanya tetapi dari pemerintah daerah minta ke Pertamina untuk menaikkan sampai 25%," jelas Kepala Dinas (Kadis) Perindustrian dan Perdagangan Sulut Jenny Karouw, Jumat (8/12/2017).
Baca Juga: Elpiji 3 Kg Langka, Pertamina Ancam Tutup Agen yang Lakukan Penimbunan
Permintaan tersebut menurut Kadis Perindustrian dan Perdagangan Sulut, Jenny Karouw, disanggupi oleh Pertamina, nantinya untuk memastikan pelaksanaannya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut akan melakukan pengawasan ketat di lapangan.
"Karena tadi koordinasi dengan salah satu distributor elpiji, ternyata belum ada pemberitahuan dari Pertamina sehingga kami akan menindaklanjuti lagi dengan mengingatkan kembali ke Pertamina tentang kesepakatan rapat waktu yang lalu," ujar Karouw
Baca Juga: Pertamina Bakal Nombok Rp1 Triliun dari Gas Elpiji 3 Kg, Apa Benar?
Terkait adanya keluhan masyarakat mengenai kenaikan harga elpiji, Karouw memastikan bahwa harga elpiji di tingkat pangkalan sesuai dengan HET Rp18.000, tidak ada kenaikan, kecuali beli di luar pangkalan seperti di warung.