JAKARTA - Perdagangan Bitcoin futures terus membuat debut mereka di Cboe Futures Exchange Bitcoin. Kontrak berjangka Bitcoin rally pada hari pertama perdagangan mereka di Cboe Futures Exchange.
Bitcoin untuk Kontrak berjangka, yang berakhir pada Januari, naik 19,9% ke USD18,545 atau Rp250,35 juta jika mengacu kurs Rp13.500 per USD. Sementara mata uang digital itu sendiri, naik lebih dari 14% menjadi USD17.261 (Rp233,02 juta), menurut indeks harga bitcoin CoinDesk. Indeks tersebut melacak harga dari pertukaran mata uang digital Bitstamp, Coinbase, itBit dan Bitfinex.
Cboe meluncurkan futures bitcoin di bawah simbol ticker "XBT" pada akhir pekan kemarin, menyusul lompatan raksasa dalam harga mata uang digital tahun ini dan lonjakan minat investor. Debut kontrak futures pertama di bursa relatif tertata, berbeda dengan ekspektasi volatilitas tinggi dan pedagang short selling bitcoin.
Bahkan, saking tingginya minat para investor, terhadap produk bitcoin baru itu, situs Cboe sempat terbebani. Namun, masalah tersebut dapat terselesaikan dengan cepat.
Baca juga: Larang Gunakan Bitcoin, Gubernur BI: Bukan Alat Pembayaran yang Diakui Indonesia
Sekira dua jam setelah peluncuran ET, kontrak future Bitcoin langsung naik 10%, dan memicu penghentian perdagangan selama dua menit. Siang hari, bitcoin futures kembali melonjak 20%, memicu penghentian perdagangan lima menit. Perhentian tersebut mengikuti peraturan bursa, mirip dengan cara perdagangan saham dihentikan setelah pergerakan harga yang tajam.
Namun, batas harga mungkin lebih relevan untuk bitcoin sangat volatile. Banyak pendukung kriptocurrency melihat peluncuran futures bitcoin sebagai langkah untuk melegitimasi mata uang digital di mata investor besar dan institusional. Cboe mencatat, ada sekira 20 perusahaan perdagangan yang berpartisipasi dalam perdagangan berjangka bitcoin di hari pertama.