Selain itu, ada OPTIK SEIS (PT Optik Seis Jaya), The Executive (PT Delamibrands Kharisma Busana), The Body Shop (PT Monica Hijau Lestari), dan MatahariMall.com (PT Solusi Ecommerce Global).
3. Diskon palsu
Harbolnas 2017 ini masih diwarnai oleh diskon yang “abal-abal”. Misalnya saja Lazada salah satu e-commerce yang menjajakan harga palsu. Harga awal yang dipasang terbilang angka yang tidak masuk akal dan seolah diberi diskon sehingga terlihat harganya jauh lebih murah.
Hal ini diposting oleh salah satu akun Twitter atas nama @hesemeleketei di mana harga handphone merek Xiaomi Mi 6 dihargai senilai Rp28.499.000 per unitnya. Kemudian diberikan diskon yang membuatnya terlihat hanya seharga Rp6.110.030 per unit. Padahal juga harga Xiaomi tersebut pada hari biasa sekitar Rp5 juta hingga Rp6 jutaan.
Baca Juga: Harbolnas 2017 Diwarnai Diskon Palsu, Lazada: Kita Selidiki Terus
Ketua Panitia Harbolnas 2017 Achmad Alkatiri, yang juga merupakan Chief Marketing Officer Lazada, mengatakan bahwa pihaknya segera mencari kebenaran dari hasil posting Twitter tersebut.
4. ‘Banjir’ promo dari e-commerce
Selain adanya potongan harga yang diberikan, e-commerce juga memberikan banyak kemudahan. Misalnya ada promo buy 1 get 2 free, ada juga beberapa e-commerce yang memberikan potongan harga hingga 50%, 70% hingga 95%+ extra discount. Bahkan pembeli juga dapat membeli barangnya tanpa kartu kredit dan uang muka.
Selain itu juga ada cara penukaran point dalam pembelian barang pada satu e-commerce. Ada pula yang menawarkan biaya ongkos yang gratis. Ditambah lagi adanya cashback yang diberikan hingga 120% setiap belanja di ratusan e-commerce peserta harbolnas.
Baca Juga: Harbolnas 2017 Diwarnai Diskon Palsu, Handphone Dijajakan Rp28 Jutaan Padahal Hanya Rp6 Jutaan
5. Harbolnas 2017 rangkul UMKM
Menurut ketua panitia Harbolnas 2017 Ahcmad Alkatiri tahun ini harbolnas merangkul Usaha Mikro, Kecil dan Menengah UMKM. Hal ini didasarkan dengan adanya roadshow di tiga kota seperti Surabaya, Makassar, dan Medan yang dihadiri oleh ratusan UMKM dan para entrepreneur.
Dirinya menjelaskan, dengan menarik para UMKM berpartisipasi, hal ini akan membuat pemerataan ekonomi di Indonesia. “Kita tidak bisa hanya mendorong dari sisi pembeli saja, tapi sementara penjual ditinggalkan,” jelasnya.
Harbolnas 2017 ini diharapkan dapat member ruang dan momen kepada pelaku industry UMKM dan seller untuk berpartisipasi dan mengembangkan bisnisnya secara digital dan memberikan pengalaman berbelanja yang spektakuler.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)