Menhub: Pembangunan Infrastruktur Tidak Hanya di Pulau Jawa

Yohana Artha Uly, Jurnalis
Senin 25 Desember 2017 18:09 WIB
Foto: Yohana/Okezone
Share :

JAKARTA – Pemerintahan di bawah Presiden Joko Widodo (Jokowi) giat-giatnya membangun infrastruktur. Salah satu yang digenjot adalah infrastruktur untuk mendukung konektivitas antar-daerah.

Karena itu, tidak heran jika di berbagai belahan Nusantara banyak proyek jalan, termasuk jalan tol tengah bergulir. Begitu juga dengan proyek pembangunan pelabuhan dan bandara.

“Membangun (infrastruktur) tidak semata-mata membangun Jawa,” kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dalam wawancara dengan iNews TV, Senin (25/12/2017).

Baca Juga: 6 Proyek Strategis Rampung 2017 Mulai dari Jalan Tol hingga Pos Lintas Batas Negara

Dia melanjutkan, proyek infrastruktur digarap secara merata. Mulai dari Sumatera, Sulawesi hingga ke Papua.

“Di Natuna saja kita bangun lapangan terbang. Kita melakukan akselerasi dengan pembangunan infrastruktur ini. Papua juga perekonomiannya tumbuh pesat dengan adanya pembangunan pelabuhan dan jalan. Jadi kita berikan stimulus dengan infrastruktur,” ungkap dia.

Salah satu proyek infrastruktur yang mencolok adalah di Sukabumi. Menhub menyatakan, sederet proyek  infrastruktur tersebut dilakukan untuk mendorong perekonomian kawasan Jawa bagian selatan.

Baca Juga: Banyak Pembangunan Infrastruktur, Dirut Askrindo: Jangan Hanya Jadi Penonton

“Kalau Sukabumi ada bandara, tol, kereta double track, perekonomian pasti tumbuh,” kata dia.

Untuk mendorong perekonomian, pembangunan infrastruktur juga tidak boleh hanya menggantungkan diri terhadap pemerintah. Pihak swasta juga harus dilibatkan, tentunya dengan skema investasi private public partnership (PPP) yang menarik dan menguntungkan pengusaha.

“Pemerintah ingin infrastruktur masif. Selain membangun, pemerintah juga mengajak swasta membangun infrastruktur ini. Contohnya tol bocimi,” kata dia.

Baca Juga: Sri Mulyani: Pemerintah Butuh Lebih dari Rp5.400 Triliun untuk Bangun Infrastruktur

Belum lama ini, Presiden Joko Widodo meresmikan pengoperasian Jalan Tol Surabaya-Mojokerto Seksi IB, II, serta Seksi III (sepanjang Krian). Tiga seksi yang diresmikan tersebut merupakan seksi pamungkas dengan total panjang 34 kilometer.

”Kita meresmikan jalan tol yang tersisa sejak seksi pertama Waru-Krian operasi pada 2014. Ini adalah seksi pamungkas dan selanjutnya saya berharap Jalan Tol Trans Jawa bisa selesai nantinya,” katanya di Surabaya.

Jokowi menegaskan, setiap bulan akan mengusahakan ada peresmian jalan tol baru di Indonesia. Targetnya dari Merak sampai dengan Banyuwangi bisa terbangun sepanjang 1.167 km hingga 2019. ”Saat ini yang terbangun atau operasi baru separuhnya atau sepanjang 591 km. Kita tertinggal jauh dengan negara lain, maka akan terus kita kejar untuk menaikkan daya saing kita,” ujarnya.

Baca Juga: Jokowi: Tiap Bulan Bakal Ada Peresmian Tol!

Jokowi mengungkapkan, saat ini untuk jalan tol yang masih dalam tahapan persiapan sepanjang 171 km. Sedangkan yang sedang konstruksi sepanjang 433 km. ”Semua hampir siap. Tinggal kita resmikan, yang jelas itu tadi dari Merak sampai Banyuwangi sudah harus selesai,” katanya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya