JAKARTA - Pasar saham Indonesia berhasil menutup perdagangan tahun 2017 dengan catatan gemilang. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 41,61 poin atau 0,66% ke 6.355,65.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara khusus menghadiri penutupan perdagangan. Tampak, sejumlah menteri kabinet kerja turut serta mendampingi Jokowi, antara lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Gubernur BI Agus Martowardojo hingga Ketua Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso.
Hari ini, aktifitas perdagangan di pasar modal kembali dibuka. Adapun Wakil Presiden Jusuf Kalla, berkesempatan hadir untuk membuka seremonial perdagangan perdana di tahun 2018.
Lalu, saham - saham apa sajakah yang layak untuk dikoleksi di pembukaan perdagangan awal tahun ini?
Baca Juga: Saham-Saham Layak Koleksi di Pekan Terakhir 2017
Analis Binaartha Parama Sekuritas Muhammad Nafan Aji merekomendasikan enam saham berikut:
PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI)
Saat ini, indikator MACD telah membentuk pola golden cross di area negatif dan terlihat pola bullish harami doji star candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli.
Akumulasi beli pada level 350 – 360, dengan target harga secara bertahap di level 374 dan 412. Support: 336.
Baca Juga: Tahun Politik, IHSG Diprediksi Melaju di Rentang 6.300-6.500
PT Bank Permata Tbk (BNLI)
Sebelumnya, indikator MACD telah membentuk pola golden cross di area negatif dan saat ini terlihat pola bullish engulfing line candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli.
Akumulasi beli pada level 615 – 625, dengan target harga secara bertahap di level 650, 665 dan 695. Support: 600 & 585.
PT Intiland Development Tbk (DILD)
Saat ini, indikator RSI sudah menunjukkan jenuh jual dan terlihat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli.
Rekomendasi beli pada level 346 - 352, dengan target harga secara bertahap di level 368, 378 dan 404. Support: 346 & 320.
PT Harum Energy Tbk (HRUM)
Saat ini, pergerakan harga mulai membentuk fase akumulasi dalam rangka membentuk pola uptrend ke depannya. Selain itu, indikator MACD menunjukkan pola golden cross di area negatif.
Akumulasi Beli pada level 2.030 – 2.060, dengan target harga secara bertahap di level 2.200, 2.400, 2.510 dan 2.750. Support: 1.970.
PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)
Saat ini, terlihat pola bullish harami candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli.
Akumulasi Beli pada area level 20.400 – 20.775, dengan target harga secara bertahap di level 21.400, 22.150, 22.950 dan 24.775. Support: 20.000 & 19.425.
PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM)
Saat ini, harga bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli.
Akumulasi beli pada level 2.860 – 2.940, dengan target harga secara bertahap di level 3.140 dan 3.310. Support: 2.700
Baca Juga: Saham-Saham yang Menarik untuk Dikoleksi pada Tahun Politik
Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee
PT Bekasi Fajar Industrial Estate (BEST)
Berpeluang menguat, area akumulasi di level 246 sampai 254. Area cut loss bila turun di bawah level 241 dan target penguatan ke level 262 sampai 267.
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
Berpeluang menguat, area akumulasi di level 1.260 sampai 1.340. Area cut loss bila turun di bawah level 1.230 dan target penguatan ke level 1.390 sampai 1.420.
PT PP (Persero) Tbk (PTPP)
Berpeluang menguat, area akumulasi di level 2.510 sampai 2.650. Area cut loss bila turun di bawah level 2.460 dan target penguatan ke level 2.760 sampai 2.810.
PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)
Berpeluang melemah, area sos di level 6.275 sampai 6.475. Area buy back jika break level 6.600 dan target pelemahan ke level 5.950 sampai 6.100
PT HM Sampoerna Tbk (HMSP)
Berpeluang melemah, area sos di level 4.540 sampai 4.780. Area buy back jika break level 4.870 dan target pelemahan ke level 4.370 sampai 4.460.
(ulf)
(Rani Hardjanti)