"Jadi menguntungkan kita dan menguntungkan China. Mereka sangat antusias dengan proyek ini. Mereka sudah selesai bangun kereta dari Mongolia ke Tibet. Jadi puluhan ribu pekerja terlatih di China dan ini sudah selesai semua," jelas Bur Maras.
Baca Juga: Ratu Prabu Ingin Bangun LRT, Menhub Juga Ajukan 3 Syarat
"Mereka mau PHK massal. Peralatan gimana, ya mau digudangkan. Jadi, kalau dapat proyek ini tidak jadi PHK masal. Dengan China kita sudah menerima email tapi belum tanda tangan," tambah dia.
Namun, dia menyebutkan bahwa dalam konsorsium tidak menutup peluang bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang akan bergabung. Sementara ini, Burhanuddin Bur Maras telah mempresentasikan hasil studi proyek LRT kepada Kementerian Perhubungan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno.
(Martin Bagya Kertiyasa)