BI Prediksi Harga Minyak 2018 di Atas Asumsi APBN

Yohana Artha Uly, Jurnalis
Jum'at 19 Januari 2018 09:11 WIB
Ilustrasi: (Foto: Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Bank Indonesia melihat tren harga tinggi pada komoditas minyak akan terus berlanjut di 2018. Bank Sentral memprediksikan harga minyak akan melampaui APBN 2018 yang sebesar USD48 per barel.

"Harga minyak diperkirakan memang dalam tren yang meningkat, dalam asumsi kita memang bisa di atas asumsi APBN USD48 per barel kalau lihat perkembangan akhir-akhir ini harga minyak bisa cukup tinggi," ujar Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo di Gedung BI, Jakarta, Kamis (18/1/2018) Malam.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Sentuh USD70 Barel, Sri Mulyani Revisi APBN 2018?

Kendati dalam tren kenaikan, Dody melihat harga minyak yang saat ini mencapai kisaran USD68 per barel,  akan mengalami penurunan. Tren kenaikan harga minyak diprediksi akan berada di kisaran USD50 per barel.

"Ya masih sekitar USD50 per barel. Kita meyakini bahwa harga minyak yang tinggi akan mendorong Amerika akan masuk dengan sale gasnya, itu akan menekan harga minyak tidak tinggi lagi. Jadi harga minyak di kisaran 50 USD per barel," ujar Dody di Gedung BI, Jakarta, Kamis (18/1/2018).

Di sisi lain, harga minyak yang tinggi dikatakan Dody memberikan sentimen positif dari sisi fiskal di mana akan menambah pendapatan negara dari sektor migas. Rasio pajak juga diprediksi akan membaik dengan tren tingginya harga minyak.

Baca Juga: Sri Mulyani Tidak Ingin Penggunaan Dana Pendidikan Digunakan Asal-asalan

"Ini akan memperbaiki dari sisi penerimaan negara, rasio pajak akan lebih baik juga dari sisi kebutuhan atau yang disebut selisih daripada penerimaan pajak bisa menjadi lebih kecil," ujar dia.

Kendati demikian pendapatan negara ini juga bergantung pada kebijakan pemerintah terhadap harga BBM. Pasalnya dengan tingginya harga komoditas minyak akan berimbas pada tingginya kenaikan harga BBM.

Baca Juga: Harga Minyak Naik, Sri Mulyani Yakin Tidak Ganggu APBN dan Pertamina

Di sisi lain, Dody mengatakan harga minyak yang tinggi juga akan mempengaruhi laju inflasi. Meski mewaspadai hal ini, namun BI masih meyakini inflasi pada tahun 2018 berada dalam kisaran 3,5%±1%.

"Namun demikian kami masih melihat inflasi masih dalam range yang sesuai dengan ditetapkan pemerintah 3,5%±1%," jelasnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya