BALI - Bank Indonesia memperkirakan curah hujan yang tinggi berpotensi memberikan tekanan inflasi di Bali karena dapat menghambat kinerja produksi komoditas pangan holtikuktura.
"Anomali cuaca masih membayangi kinerja produksi pangan tahun 2018," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Causa Iman Karana di Denpasar, Jumat, (26/1/2018).
Menurut Causa, BI bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Bali mengantisipasi tendensi peningkatan tekanan inflasi di antaranya peningkatan produksi tanaman bahan makanan (tabama) melalui intensifikasi produk pangan.
Selain itu, lanjut dia, menjaga ketersediaan komoditas pangan di seluruh Bali melalui operasi pasar (beras) dan pasar murah.
Baca Juga: Inflasi di 21 Daerah Belum Terkendali
Causa menambahkan penyediaan data harga tingkat produksi sebagai sistem peringatan dini yang diharapkan dapat menahan kenaikan harga pada kelompok makanan yang rentan mengalami gejolak harga.