JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menilai pertumbuhan ekonomi dunia sudah semakin membaik di tahun ini. Kondisi ini juga berdampak baik bagi perekonomian Indonesia yang semakin membaik sejak tahun lalu.
Hal ini terbukti dengan pertumbuhan ekonomi 2017 yang ada di kisaran 5,1%, inflasi terkendali dalam tiga tahun terakhir serta berakhir sebesar 3,61% di 2017. Selain itu, cadangan devisa mencapai USD130,2 miliar. Lembaga rating internasional juga mengakui perbaikan ekonomi Indonesia, ditandai dengan Fitch Rating yang menaikkan status Indonesia menjadi BBB di Desember 2017.
Baca Juga: Cara BI Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
"Dana yang masuk ke Indonesia di 2017 lebih besar dari 2016, nilai tukar terjaga dengan baik, current account walaupun defisit tapi defisit dalam kondisi sehat. Jadi itu adalah bagian resiliensi ekonomi Indonesia tambah baik dan kita harus mengejar agar pertumbuhan ekonomi yang inklusif itu bisa kita wujudkan," jelasnya di Kompleks BI, Jumat (26/1/2018).
Meskipun BI melihat tren positif yang mendorong perekonomian Indonesia, akan tapi masih ada beberapa risiko yang harus diwaspadai di 2018. Di antaranya kenaikan suku bunga oleh beberapa negara maju, seperti Amerika Serikat yang diprediksi akan menaikkan suku bunga sebanyak dua hingga tiga kali dalam 2018.
"Di tahun 2018 ada yang akan perkirakan menaikkan bunga lagi, ada yang 2 kali, 3 kali jadi tentu kita semua harus siap-siap, harus waspada karena iklim di dunia akan ada kondisi di mana bank-bank sentral di negara-negara maju akan menaikkan tingkat bunga," ucap Mantan Menteri Keuangan tersebut.
Baca Juga: Pesan Gubernur BI Agus Martowardojo Jelang Berakhir Masa Tugasnya