Kadin Indonesia Dukung Pembentukan Holding Migas
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendukung penuh pembentukan Holding Migas. Bahkan, menurut Wakil Ketua Wakil Ketua Komite Tetap Kadin Indonesia Bidang Industri Hulu dan Petrokimia, Achmad Widjaya, pembentukan Holding Migas sudah sangat mendesak dan tidak bisa ditunda lagi.
”Industri sudah lama menunggu. Sudah bertahun-tahun, dari kabinet ke kabinet. Jadi, awal tahun ini, berilah bonus yang terbaik bagi industri, yaitu melalui pembentukan Holding Migas. Dengan demikian, industri bisa menjadi kontributor pertumbuhan ekonomi yang betul-betul mutlak, yaitu lima koma sekian persen yang dicanangkan,” kata Widjaya dalam rilisnya di Jakarta kemarin.
Menurut Widjaya, pembentukan Holding Migas akan sangat positif. Dengan satu regulasi dalam holding, maka efisiensi bisa ditingkatkan dan harga gas akan bisa ditekan sehingga menjadi lebih murah.
”Begitu memulai Holding Migas, semua akan menjadi indah karena tidak ada persaingan antara sesama BUMN. Mereka semua akan fokus sehingga gas terpelihara dengan baik, begitu pula dengan BBM termasuk solar untuk industri juga akan lebih baik,” imbuhnya.
Karena satu regulasi itulah, lanjut Widjaya, harga gas juga akan menjadi sama. Untuk itu, Pertamina memang harus memastikan bahwa PGN dan Pertagas juga dilebur menjadi satu. Dengan peleburan itu, tidak akan ada lagi infr struktur yang tumpang tindih.
”Satu pintu itu kuncinya. Kita sekarang tinggal menunggu Presiden untuk merealisasikan. Terlebih, sebelumnya holding sudah ada untuk semen, pupuk, dan bahkan perkebunan. Sekarang tinggal Holding Migas,” ujarnya. (Heru Febrianto/ Yanto Kusdiantono)
(Dani Jumadil Akhir)