Untuk membangun satu gerai Ramayana pada tahun lalu perusahaan merogoh investasi mencapai Rp50 miliar per gerai. Angkanya lebih besar mana kala format yang dibangun merupakan Ramayana Prime yang dikhususkan untuk membidik segmen kelas menengah. Selain itu, perseroan juga menargetkan, kontribusi penjualan online diharapkan meningkat seiring dengan pengembangan platform e-commerce. Sampai akhir tahun lalu, kontribusi online terhadap penjualan RALS masih sekitar 1%. “Kami menargetkan bisnis online itu tahun 2018 bisa berkontribusi sebesar 5%-10%. Saya optimistis itu bisa kami capai,"ungkapnya.
Yang jelas, ekspansi RALS di bisnis digital jauh lebih masif pada tahun ini. Selain itu, perusahaan juga masih melanjutkan transformasi, redefinisi gerai dan memperkuat sisi offline. Oleh karena itu, ekspansi offline dan online akan sejalan dan diharapkan sama-sama bertumbuh. Bisnis digital juga bisa menjangkau wilayah-wilayah yang belum tercover oleh gerai offline RALS. Saat ini, perusahaan sudah memiliki 116 gerai yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Setidaknya saat ini perusahaan sudah membuka official store di beberapa e-commerce dan marketplace.
Seperti diberitakan, sepanjang tahun lalu banyak gerai retail yang tutup. Di antaranya Lotus, Debenhams, dan Matahari di Mall Taman Anggrek.
(Risna Nur Rahayu)